Siska Kubur, Sebuah Anomali Agama Dipertanyakan

  Gembelgaul.com - “Siksa Kubur” menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan kehangatan keluarga. Setelah kedua orangtuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. baca juga : melihat gleen fredly hidup kembali Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya. Film “Siksa Kubur” akan menghadirkan akting yang sempurna dari pemeran utama Faradina Mufti sebagai Sita dan Reza Rahadian sebagai Adil. Ditambah jajaran ansambel yang mayoritas merupakan pemenang dan peraih nominasi Piala Citra FFI, serta para pendatang baru yang menjanjikan. Mereka di antaranya adalah Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Nini

Arumi Bachsin Tampil Ayu Dengan Batik


Gembelgaul.com - Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Jawa Timur Arumi Emil Elestianto Dardak meminta kepada seluruh kader PKK, Perwosi dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) ikut mewujudkan pemerataan pembangunan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Madura melalui perspektif kewilayahan Madura Raya. Hal itu disampaikan agar pembangunan di wilayah Madura Raya dapat cepat tercapai.

Ketika kita memikirkan mengenai Madura, kita tidak bisa memikirkan mengenai kabupaten saya, karena perspektif pembangunannya adalah perspektif kewilayahan, Madura Raya, kata Arumi Emil Dardak saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Pertemuan Silaturahim TP PKK, Perwosi, dan DWP se wilayah kerja Bakorwil Pamekasan di Pantai Sembilan Giligenting, Kab. Sumenep, Selasa (1/10) malam.

Lebih lanjut, Arumi Emil Dardak menjelaskan, keikutsertaan PKK, Perwosi dan DWP sangat penting bagi kemajuan Prov. Jatim, khususnya di Madura Raya melalui perspektif kewilayahan. Dirinya berharap, melalui perspektif tersebut akan dapat terbangun toleransi, dan tercipta sportifitas. Dan itu dapat dilakukan dengan cara saling berbagi untuk memaksimalkan kelebihan dan melengkapi kekurangan daerah masing-masing dengan semangat memajukan Madura Raya.

Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dapat berbagi satu sama lain, jelasnya.

Selain itu, ia berharap melalui pendekatan tersebut diharapkan PKK, Perwosi dan DWP juga ikut andil dan bisa berkontribusi lebih sehingga dapat menyelesaikan permasalahan terkait stunting dan IPM rendah yang ada di Madura.

Sehingga dalam pembangunan bisa maksimal , semuanya bisa maju, harapan saya ini bisa kita tuntaskan dari kita-kita yang ada di PKK, Perwosi, dan Dharma Wanita. Dan koordoinasilah dengan perspektif kewilayahan, harapnya.

Arumi Emil Dardak juga berpesan kepada semua Ketua TP PKK, pengurus Perwosi dan DWP di wilayah Madura Raya untuk dapat bersinergi dan menjalin kemitraan dengan Bupati, Bakorwil, dan Kepala Dinas setempat demi kemajuan Madura.

Membantu para Bapak Bupati dan juga Bakorwil untuk memajukan Madura lebih terkonsep dengan baik, pungkasnya.(bws/ggc)

Komentar