Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

MOMiracle, Keajaiban Wanita Dalam Pameran Lukisan


Gembelgaul.com –  Untuk memberi apresiasi dan mewadahi eksistensi seniman perempuan, Galeri Paviliun HoS menggandeng 34 anggota Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur dengan berbagai latar belakang serta usia menggelar pameran lukisan  bertajuk MOMiracle  13 Desember 2019 – 11 Januari 2020.

Peserta dalam pameran ini tidak semuanya merupakan pelukis murni, namun adapula yang berprofesi sebagai guru, pensiunan PNS, dan ibu rumah tangga, mereka disatukan oleh visi yang sama yaitu perempuan dapat terus berkontribusi bagi dunia seni. MOMiracle dijadikan sebagai ruang bagi para pelukis IWPI Jawa Timur untuk menunjukkan semangat dan sisi lain dari perempuan yang terus bisa seimbang dalam berkarir dan berkarya.

Karya-karya yang dipamerkan merupakan penggambaran dari optimisme perempuan dalam memandang kehidupan, tercermin pada karya Avy Salma sebagai pelukis paling muda dalam gelaran pameran ini, karyanya  berjudul “Hope” bercerita tentang sebuah harapan, doa serta cinta sebagai seorang perempuan muda yang nantinya akan menjadi seorang ibu. Karya berjudul “Hutanku Hatiku” merupakan lukisan dari K.Djuwito (alm) menceritakan kerinduannya pada waktu yang ia habiskan bersama ibunya di hutan kala itu, hutan menjadi objek karyanya karena hutan dianalogikan memiliki arti yang sama dengan seorang perempuan, merupakan sumber segala kehidupan dan segala perlindungan.

“Pameran ini merupakan wujud apresiasi pada semua perempuan yang telah menjadi spirit kehidupan bagi banyak orang. Kami tuangkan kedalam berbagai obyek & gaya, harapannya bisa menjadi penghargaan kepada kasih ibu dan semua perempuan, seperti tumbuhan mencintai air dan sinar matahari, serta dapat menginspirasi banyak perempuan dengan berbagai latar profesi dan usia bisa terus berkarya dan bermanfaat bagi kesenian di Jawa Timur” tutur Aimee selaku ketua pelaksana pameran.

Rani Anggraini selaku manager House of Sampoerna juga berharap agar masyarakat luas bisa lebih mengenal dan mengapresiasi pelukis-pelukis perempuan di Jawa Timur yang meski memiliki latar belakang beragam, namun terus aktif menciptakan karya, dan semoga semangat para ibu-ibu yang sedang berpameran saat ini dapat menginspirasi generasi muda sehingga mampu berkontribusi serta mengasah kreatifitasnya untuk terus berkarya.gembelgaul

Komentar