GEMBELGAUL.COM, JAKARTA - Menyaksikan Arya Saloka melafalkan
ayat-ayat suci Al-Qur'an di film Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited
Production, yang resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September
2026, bukan cuma bikin merinding karena teror gaibnya, tapi juga bikin kagum.
Dalam layar lebar, aktingnya sebagai Ustaz Adam yang
merupakan seorang praktisi rukiah terasa begitu matang, meyakinkan, dan jauh
dari kesan sekadar membaca naskah.
Namun di balik kefasihan tersebut, ada perjuangan cukup
intens yang dilalui Arya demi menghidupkan karakternya.
Arya mengaku sempat diliputi rasa cemas berlebih selama masa persiapan. Memerankan pemuka agama yang mahir merukiah berarti menanggung beban tanggung jawab moral agar bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan benar-benar presisi.
"Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya
membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan
Dimas Aditya.
Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari
reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang
membimbing dalam hafalan Al-Qur’an," ungkap Arya Saloka.
Demi hasil yang autentik, Arya tidak mengambil jalan pintas.
Ia memilih menurunkan gengsi dan belajar ulang baca Al-Qur'an dari level paling
dasar.
"Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan
pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul
ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan
fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya," tambah Arya.
Dimas Aditya, pemeran Ustaz Anwar yang menjadi rekan rukiah
Ustaz Adam, juga mengagumi komitmen rekannya tersebut.
Menurut Dimas, Arya sebenarnya sudah lebih dulu melakukan
pendalaman secara spiritual sebelum pengerjaan film ini, sehingga ia takjub
melihat Arya mampu menghafal ayat Al-Qur'an dengan sangat cepat dalam waktu
singkat.
Kerja keras tersebut terbayar tuntas saat proses
pascaproduksi. "Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk
bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan
pelafalan kami yang ada di set syuting," ujar Arya lega.
Proses pendalaman peran ini juga mengubah cara pandang Arya
terhadap rukiah. Jika saat kecil ia melihat rukiah sebatas ritual pengusiran
setan yang identik dengan kesurupan dan orang meraung-raung di masjid dekat
rumahnya, kini ia memahami dimensi yang lebih luas.
"Ternyata setelah mempelajari secara khusus di film
Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis.
Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi," terang
Arya.
Lewat sosok Ustaz Adam, Arya tidak hanya menampilkan
keteguhan seorang praktisi spiritual dalam melawan teror gaib, tetapi juga
mengajak penonton bercermin.
"Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam
kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah
hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan
perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare,
tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima
dan ikhlas," tutup Arya.ggc


Posting Komentar