Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Menang AFF U-22 2019, Punggawa Timnas asal Jatim Dapat Bonus 25 Juta

Menang AFF U-22 2019, Punggawa Timnas asal Jatim Dapat Bonus 25 Juta




Gembelgaul.com Indonesia merengkuh gelar pertama di tahun 2019 ini lewat  timnas U-22 saat mengkandaskan juara bertahan Thailand di final d AFF U-22 di kamboja. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan apreasiasi tinggi  untuk terus mendukung para pemain sehingga mampu meraih sebagai juara pada kejuaraan-kejuaraan di tingkat nasional bahkan internasional sebagaimana yang telah dilakukan oleh para punggawa sepakbola  Timnas AFF U 22.


“Sinergi menjadikan para punggawa sepakbola lebih berprestasi, meraih kesuksesan, membawa Garuda terbang lebih tinggi lagi. Saya siap sebagai mediatornya, ungkapnya saat  menerima secara resmi Pemain AFF U 22 asal Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat malam (1/3/2019).


Untuk mengungkapan  rasa bangga dan apresiasinya sebagai Pemimpin  Jatim  yang  memiliki anak-anak muda  dan  telah mengharumkan nama bangsa dan memiliki talenta yang dapat ditiru anak-anak muda lainnya, Gubernur Khofifah pada kesempatan itu  menyerahkan tali asih kepada para pemain Timnas AFF U 22 dan official masing-masing sebesar Rp. 25 juta. Mereka adalah  Rahmad Irianto (Persebaya), Dimas Drajad (Gresik), Hanif Syahbani (Arema), Satria Tama (Madura United) beserta official, fisioterapi dan dokter pendamping.


Selain itu bersama Wagub Jatim Emil Dardak telah merencanakan untuk membangun stadion olahraga, minimal sekelas GBK (Gelora Bung Karno) Jakarta. “Setelah mempunyai sport-center diharapkan para pecinta olahraga dan olahragawan akan lebih bergairah  mendedikasikan dirinya untuk kemajuan olahraga di Jawa Timur, lanjutnya penuh harap.


Dikatakan oleh Gubernur bahwa pada malam itu Gedung Negara Grahadi menjadi saksi sekaligus sebagai tempat pertemuan para olahragawan yang telah mendedikasikan diri, mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara.


Sebagai mantan striker tim hockey  Jawa Timur  yang juga sebagai pecinta sepakbola sejak jaman Niac Mitra, Gubernur Khofifah pada malam itu tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya, karena dari 11 Timnas AFF U 22, empat diantaranya berasal dari Jawa Timur. Oleh karena itu sangat diharapkan Masyarakat Jawa Timur  terus mendukung dan mendoakan Timnas AFF U 22 agar mampu meraih prestasi lainnya. 


Mewakili  Timnas AFF U 22, Hanif Syahbani pada kesempatan itu menyatakan bahwa tidaklah mudah untuk meraih sebagai juara AFF U 22. "Banyak tantangan yang kami hadapi. Tetapi karena sudah rejeki dan karunia dari Allah SWT seta motivasi berjuang untuk berlaga  akhirnya kami mampu meraih sebagai juara,"ungkapnya.  


Sebagai penutup dan sebagai bentuk apresiasi kepada Timnas AFF U 22, Wagub Jatim Emil Dardak pada kesempatan itu menghadiahkan suara emasnya dengan melantunkan We Are The Champion dari Queen.  


Komentar