Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Dilarang Membawa Handy Talkie Saat Haji



Gembelgaul.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memberangkatkan tiga kelompok terbang (kloter) secara bertahap menuju Bandara Juanda pada Kamis dini hari (11/7/2109).

Dari tiga kloter tersebut, kloter 13 asal Kabupaten Probolinggo kedapatan di setiap tas kabin Jamaah Calon Haji (JCH) rata-rata membawa alat semacam handy talkie (HT). Jumlah yang diperoleh tidak sedikit.

Setidaknya ditemukan 250 HT yang kemudian di tahan oleh petugas.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Jamal membenarkan adanya penyitaan HT dari koper kabin CJH. Hal itu terangnya merupakan regulasi yang telah ditetapkan.

"Memang betul dini hari tadi, kami menyita sekitar 250 HT dari koper kabin CJH. Alasannya CJH membawa ht itu karena ingin lebih mudah berkomunikasi. Namun ini sudah merupakan regulasi. Harus kita patuhi bersama," terang jamal.
Selanjutnya Jamal juga menerangkan bahwa kasus serupa pernah terjadi dua tahun yang lalu. Namun HT JCH tertahan dan disita di Bandara Madinah.

"Kasus seperti ini sudah terjadi dua tahun yang lalu, seharusnya CJH lebih berhati-hati dan memahami apa saja yang diperbolehkan dibawa," imbuh Jamal.

Sedangkan kloter yang diberangkatkan ialah kloter 12 yang terdiri dari CJH Sampang, Surabaya, dan Blitar. Kemudian kloter 13 dan 14 yang berasal dari Kabupaten Probolinggo.
Jamal juga menuturkan bahwa pemberangkatan tiga kloter tersebut berjalan dengan lancar.

"Seperti biasa, alhamdulillah pemberangkatan menuju Bandara Juanda pagi tadi berjalan lancara, tentunya masih terdapat CJH yang menggunakan kursi roda dan alat bantu lainnya," terang Jamal.(ggc/fey)

Komentar