Qorin, Film “Exorcist” Berlatar Belakang Pondok Pesantren Indonesia Yang Gelap

  Qorin jadi film religi mistik yang digarap sutradara Ginanti Rona Gembelgaul.com - Qorin ini yang disutradarai oleh  dan ditulis skenarionya oleh Laila Nurazizah. Diproduksi oleh IDN Pictures Sebelumnya   IDN Pictures meluncurkan film bergenre horor ini, pemicunya adalah   setelah berhasil dengan film horor pertamanya, “Inang”, karya Fajar Nugros,. Film “Qorin” akan tayang di bioskop pada 1 Desember 2022 dan merupakan film ketiga yang dirilis oleh IDN Pictures tahun ini. Cuplikan film “Qorin” yang dirilis sejak awal November lalu telah menggambarkan sekilas alur cerita mencekam yang ada di film ini. Elemen-elemen horor yang segar dihadirkan, bahkan dari lagu permainan anak-anak yang dalam film ini digubah nuansanya menjadi menakutkan dan mistis. Narasi mistis yang dekat dengan budaya masyarakat sepertinya masih menjadi formulasi yang menarik dalam genre horor Indonesia. Tak melulu mencekam, film “Qorin” juga akan mengangkat nilai-nilai kebaikan dan persahabatan yang di

Inovasi Terbaru Aplikasi GPS Lokasi Ikan Via Android Untuk Nelayan Jatim


Gembelgaul.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana adopsi teknologi informasi oleh para nelayan di pesisir Jawa Timur. 

Rencananya, nelayan di tiga kabupaten yakni Pamekasan, Pacitan, dan Lamongan akan diperkenalkan aplikasi android berbasis Global Position System (GPS) untuk mendeteksi keberadaan ikan. Dengan begitu, akan semakin memudahkan nelayan saat melakukan penangkapan ikan di laut. Kerjasama ini dilakukan Pemprov Jatim bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 

"Sudah  saatnya nelayan diperkenalkan digital IT untuk menangkap ikan. Jika saat ini nelayan mencari  ikan menggunakan insting, apalagi lautan Indonesia sedemikian luasnya. Maka dirasa perlu penerapan teknologi agar kerja para nelayan kita semakin efektif dan efisien waktu, tenaga dan BBM nya tetapi  maksimal jumlah tangkapannya," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, seusai menerima  Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Purbaya Yudhi Sadewa, Jum'at (6/9/2019). 

Khofifah mengatakan, dengan aplikasi tersebut memungkinkan nelayan melihat dimana lokasi ikan berada, sehingga mereka bisa langsung menuju ke lokasi ikan yang sedang berkumpul tersebut. 

"Poinnya nelayan tidak harus muter-muter, mereka tahu kemana tempat yang harus dituju. Dan tempat itu sudah dipastikan ada ikannya, sehingga mereka bisa hemat waktu, hemat energi dan tenaga tetapi mendapatkan hasil yang berlimpah," imbuhnya. 

Tiga kabupaten  akan dijadikan pilot project pertama di wilayah Jawa Timur adalah Pacitan, Lamongan dan Pamekasan.  Selanjutnya akan diperluas diseluruh wilayah pesisir Jawa Timur. Program ini merupakan bagian dari program 1 juta nelayan berdaulat yang diinisiasi oleh  Kemenko Kemaritiman. 

Selain uji coba penggunaan aplikasi android bagi nelayan, lanjut Khofifah, Pemprov Jawa Timur juga akan mencoba menerapkan teknologi pengawetan ikan dengan cara PIO (Pengawetan Ikan Organik).

"Sebelumnya kan menggunakan es batu dan garam. Bahkan  ada yang menggunakan bahan pengawet berbahaya bagi makanan  seperti formalin dan boraks.  Nah ini kita akan coba dengan menggunakan daun kesemek. Jadi tidak ada lagi yang namanya pengawetan menggunakan bahan-bahan kimia," ujarnya.

Baik PIO maupun Aplikasi android ini sudah diuji coba di beberapa kabupaten di  Jawa Barat, jadi Jawa Timur merupakan uji coba kedua. "Semoga ikhtiar ini  dapat meningkatkan taraf kesejahteraan  nelayan Jatim ,"  tuturnya.(bws/ggc)

Komentar