Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Inovasi Terbaru Aplikasi GPS Lokasi Ikan Via Android Untuk Nelayan Jatim


Gembelgaul.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana adopsi teknologi informasi oleh para nelayan di pesisir Jawa Timur. 

Rencananya, nelayan di tiga kabupaten yakni Pamekasan, Pacitan, dan Lamongan akan diperkenalkan aplikasi android berbasis Global Position System (GPS) untuk mendeteksi keberadaan ikan. Dengan begitu, akan semakin memudahkan nelayan saat melakukan penangkapan ikan di laut. Kerjasama ini dilakukan Pemprov Jatim bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. 

"Sudah  saatnya nelayan diperkenalkan digital IT untuk menangkap ikan. Jika saat ini nelayan mencari  ikan menggunakan insting, apalagi lautan Indonesia sedemikian luasnya. Maka dirasa perlu penerapan teknologi agar kerja para nelayan kita semakin efektif dan efisien waktu, tenaga dan BBM nya tetapi  maksimal jumlah tangkapannya," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, seusai menerima  Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Purbaya Yudhi Sadewa, Jum'at (6/9/2019). 

Khofifah mengatakan, dengan aplikasi tersebut memungkinkan nelayan melihat dimana lokasi ikan berada, sehingga mereka bisa langsung menuju ke lokasi ikan yang sedang berkumpul tersebut. 

"Poinnya nelayan tidak harus muter-muter, mereka tahu kemana tempat yang harus dituju. Dan tempat itu sudah dipastikan ada ikannya, sehingga mereka bisa hemat waktu, hemat energi dan tenaga tetapi mendapatkan hasil yang berlimpah," imbuhnya. 

Tiga kabupaten  akan dijadikan pilot project pertama di wilayah Jawa Timur adalah Pacitan, Lamongan dan Pamekasan.  Selanjutnya akan diperluas diseluruh wilayah pesisir Jawa Timur. Program ini merupakan bagian dari program 1 juta nelayan berdaulat yang diinisiasi oleh  Kemenko Kemaritiman. 

Selain uji coba penggunaan aplikasi android bagi nelayan, lanjut Khofifah, Pemprov Jawa Timur juga akan mencoba menerapkan teknologi pengawetan ikan dengan cara PIO (Pengawetan Ikan Organik).

"Sebelumnya kan menggunakan es batu dan garam. Bahkan  ada yang menggunakan bahan pengawet berbahaya bagi makanan  seperti formalin dan boraks.  Nah ini kita akan coba dengan menggunakan daun kesemek. Jadi tidak ada lagi yang namanya pengawetan menggunakan bahan-bahan kimia," ujarnya.

Baik PIO maupun Aplikasi android ini sudah diuji coba di beberapa kabupaten di  Jawa Barat, jadi Jawa Timur merupakan uji coba kedua. "Semoga ikhtiar ini  dapat meningkatkan taraf kesejahteraan  nelayan Jatim ,"  tuturnya.(bws/ggc)

Komentar