Siska Kubur, Sebuah Anomali Agama Dipertanyakan

  Gembelgaul.com - “Siksa Kubur” menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan kehangatan keluarga. Setelah kedua orangtuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. baca juga : melihat gleen fredly hidup kembali Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya. Film “Siksa Kubur” akan menghadirkan akting yang sempurna dari pemeran utama Faradina Mufti sebagai Sita dan Reza Rahadian sebagai Adil. Ditambah jajaran ansambel yang mayoritas merupakan pemenang dan peraih nominasi Piala Citra FFI, serta para pendatang baru yang menjanjikan. Mereka di antaranya adalah Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Nini

TNI Bersih-Bersih Kalimas Surabaya, Itu Keren


Gembelgaul.com - Dalam rangka memperingati HUT TNI ke - 74 yang jatuh pada 5 Oktober 2019 mendatang, jajaran TNI menggelar serangkaian kegiatan sosial. Salah satunya Apel Kegiatan Karya Bakti TNI Pembersihan Kalimas Surabaya yang dipusatkan di Koperasi TNI AL Jalajaya Surabaya, Jumat (20/9/2019).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang ikut hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut Emil, sapaan akrabnya menyampaikan kalau Karya Bakti TNI yang menyasar Kalimas Surabaya itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Dirinya menuturkan, kegiatan bersih-bersih Kalimas Surabaya memberikan manfaat yang sangat besar terhadap terciptanya kebersihan lingkungan. Bersih-bersih Kalimas akan membangun kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat untuk bersama sama lebih menjaga ekosistem sungai.

“Kegiatan ini kami apresiasi karena dapat membangun kesadaran kolektif bagi masyarakat secara bersama," ujarnya.

Masih menurut Emil, Pemprov Jatim juga terus berkomitmen menjaga ekosistem sungai. Bahkan, beberapa waktu yang lalu, Ibu Gubernur telah menunjukkan langkah konkrit, yakni dengan bersih-bersih sampah plastik dan popok di sekitar area Sungai Brantas. 

“Kemarin yang kita soroti adalah sampah yang memang rawan dibuang. Hari ini kita fokus di apa yang ada di dalam wilayah kota Surabaya. Kehadiran kami di sini adalah wujud apresiasi atas inisiatif baik dari TNI,” tegasnya.

Komandan Garnisun Tetap (Dangartap) III/ Surabaya yang juga menjabat sebagai Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, kegiatan Karya Bakti TNI tahun ini memiliki sasaran Kalimas Surabaya.

Dipilihnya Kalimas, sebut Pangdam Wisnoe karena Kalimas merupakan salah satu sungai tertua dan terbesar yang membelah Kota Surabaya. Semenjak jaman VOC, Kalimas menjadi salah satu transportasi air yang sangat ramai.

Terlebih saat ini, Kalimas merupakan salah satu Ikon Wisata Kota Surabaya. Untuk itu, lewat Karya Bakti TNI ke 74, dirinya mengajak seluruh masyarakat ikut bersih-bersih di Kalimas Surabaya dan sekitarnya.

“Dengan dilaksanakannya program Karya Bakti ini, berarti kita telah ikut andil dalam menjaga kebersihan dan melestarikan keindahan Kalimas yang menjadi ikon Kota Surabaya di Jatim,” tegasnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan, bahwa sasaran lain dalam Karya Bakti yang dilakukan meliputi pembersihan bantaran Kalimas, pengecatan jembatan petekan dan jembatan merah. Lalu pemotongan ranting yang menjorok ke sungai sekaligus menyapu dan membersihkan sampah di sekitar Kalimas.

“Saya berharap pelaksanaan karya bakti kali ini betul-betul dapat terwujud dalam karya nyata sebagai kepedulian TNI, Polri beserta komponen bangsa dalam bersinergi dan saling bahu membahu menciptakan lingkungan bersih, sehat dan indah,” jelasnya. (bws/ggc)

Komentar