Bioskop Rakyat Bandung, Destinasi Anyar Yang Pengin Nonton Film Indie Indonesia

Gembelgaul.com - Bioskop Rakyat terletak di The Hallway Space, Bandung, menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang berbeda dan menyegarkan. Selama bulan Mei 2024 ini, Bioskop Rakyat menghadirkan rangkaian program menarik sepertiSpotlight to Campus, yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai kampus di Bandung,seperti Cinematography Club (CC) Fikom Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Seni BudayaIndonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi terbaru dengan Film danTelevisi Universitas Pendidikan Indonesia (FTV UPI) Bandung menampilkan film-film menarikseperti Sangkuriang, A Folk Tale from the Forest, Cingcowong: From Sacred to Profane, Roro Ajo,dan How To Be Forgiven by God, serta sebuah sesi diskusi yang menghadirkan para pembuatfilm dari FTV UPI Bandung pada tanggal 17 Mei mendatang. baca juga : mau lihat bola timnas di GBK, ini spot parkirnya Di bulan ini Bioskop Rakyat siap menyambut penonton dengan program-progr

Yoshida, Hijaber Jember Cantik Tampil Ciamik Di Festival Pop Singer Mandarin 2019


Gembelgaul.com - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyebut bahwa pelaksanaan Festival Pop Singer Mandarin sebagai wujud pelestarian budaya bangsa. Menurutnya, acara tersebut juga menjadi langkah konkrit untuk mencintai kultur budaya bangsa khususnya mandarin.
Festival Pop Singer Mandarin se-Jatim tahun 2019 ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Prov. Jatim dengan memperebutkan Trophy Piala Gubernur Jatim. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Ajang festival ini adalah bentuk bauran budaya, serta untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap terjaga,” ungkap Emil sapaan akrab Wagub Jatim saat membuka Festival Pop Singer Mandarin 2019 di Dyandra Convention Centre,Surabaya, Senin (14/10/2019).

Emil berharap, gelaran Festival Pop Singer Mandarin ini bisa menjadi bagian dari Nawa Bhakti Satya  yang ke sembilan yaitu Jatim Harmoni. Terlebih lagi, penghargaan toleransi budaya bisa ditumbuhkan kepada seluruh seluruh lapisan masyarakat lewat event ini.

“Kita percaya dalam membangun Jatim harus dibarengi dengan kerja keras, kerja cerdas, serta dibarengi dengan pelestarian warisan budaya,” terang mantan Bupati Trenggalek ini.

Di akhir sambutannya, Emil juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada penyelenggaran Festival Pop Singer Mandarin. Ia berharap, kegiatan ini benar-benar bisa membangun kebersamaan antar semua lapisan masyarakat tidak hanya warga Tionghoa.

“Tentunya saya harap bahwa dalam kegiatan ini yang terpenting bukan hanya kemenangan. Namun yang terpenting adalah pengembangan budaya dan kebersamaan bangsa sebagai satu keluarga besar,” pungkas Emil.

Sementara itu, koordinator Festival Pop Singer Mandarin 2019 Indah Kurnia menyampaikan, peserta festival dibagi menjadi enam kategori yakni solo senior pria, solo usia 25-50 tahun, solo wanita, solo usia dibawah 25 tahun, duet dan trio.

 "Jurinya dari kalangan profesional, dan setiap kategori ini juga diisi dari kalangan pribumi. Kualitas mereka tidak kalah dengan kalangan tionghoa yang sehari-hari menggunakan bahasa Mandarin," tambah Indah Kurnia yang juga anggota DPR RI Komisi XI ini.

Indah menambahkan, festival ini dari tahun ke tahun selalu didominasi kalangan tionghoa. Namun, pada kesempatan tersebut juga ada peserta dari Jember yang  bernama Yoshida yang sehari-hari memakai hijab. Yoshida bahkan tampil sangat percaya diri dan apik dalam membawakan lagu Mandarin di depan undangan termasuk termasuk Wagub Emil,
Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dirut Bank Jatim, Kepala BPS Prov. Jatim, dan Kepala Bank Indonesia Wilayah Jatim.(bws/ggc)

Komentar