Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Lego Dan Robot Rasa Jawa Ada di Art Day SD Vita Surabaya



Gembelgaul.com - Demi mengenalkan kebudayaan Jawa kepada siswa-siswinya, SD Vita Surabaya adakan "Art Day" yang diadakan 3 hari mulai 17 Februari sampai 19 Februari 2020 mulai jam 8 pagi sampai 12 siang. Karya-karya dari siswa-siswi SD Vita dipamerkan secara langsung di selasar mereka yang bertempat Jl. Arif Rahman Hakim 189-191  Surabaya.

Di Art Day ini siswa kelas 1 sampai 6 bersama sebagian orang tua mengeksplorasi pengetahuan tentang kebudayaan Jawa yang disajikan dalam bentuk pameran, workshop ecoprint dan batik ikat, mural, serta pertunjukan wayang.

Selain itu, siswa juga mempertunjukkan karya-karya yang dibuat dan skill yang dilatih selama pembelajaran co curricular Computer Club, English Club, Lego, Mandarin Club, Paduan Suara, Robotic, Theater, dan VITA Junior Chef.

"Kami berusaha mengenalkan kebudayaan jawa kepada siswa dengan pendekatan art dan teknologi agar mereka lebih enjoy dan serasa bermain tapi mendapatkan ilmunya," terang Linda Candra Nigia, Co Pic Art Day 2020 dari SD Vita ini.

Menurut Linda bahawa event Art Day ini yang telah di gelar 4 kali, sekali dalam setahun untuk memupuk kecintaan terhadap kebudayan nasional Indonesia yang beraneka ragam. Karya yang ditampilkan sendiri berasal dari pilihan tiap kelas, diambil 4 karya tiap kelas. 

Misalnya gambar mural yang dipamerkan di lantai 2 berasal dari kreasi siswa SD Vita.
Selain menampilkan kreasi siswa SD Vita dalam Art Day, juga terdapat workshop bagi siswa. Ada menarik workshop batik ikat, disini siswa diajarkan membikin batik sendiri dari bahan alami macam kunyit. Sistem celup dan diikat karet hingga menjadi batik sederhana bertekstur unik.

Art Day ini mengabungkan tentang art dan teknologi, siswa SD Vita dikenalkan tentang komputer dan robotic. Hebatnya siswa SD Vita telah bisa membuat website sendiri dengan platform Wix atau game dari Kudo. "Kami berusaha mengenalkan budaya Indonesia lewat teknologi kepada siswa agar siap di era industri 4.0 ini," tutup Linda.(ggc)

Komentar