GEMBELGAUL.COM, JAKARTA - Operasi penertiban ikan sapu-sapu yang tengah digencarkan di sejumlah sungai di Jakarta awal April ini menjadi penanda upaya pembenahan kota.
Pada saat yang hampir bersamaan, di Hotel Mercure Cikini,
Fauzan Zidni terpilih sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia periode
2026–2030, menandai awal penataan baru di tubuh perfilman nasional.
Fauzan Zidni menjadi sosok yang kini dipercaya memimpin
Badan Perfilman Indonesia setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres IV
BPI.
Terpilihnya Fauzan Zidni sebagai Ketua Umum BPI bukan
sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga sinyal kuat bahwa industri film
Indonesia tengah memasuki fase konsolidasi.
Sebagai produser film, Fauzan Zidni bukan nama baru. Ia
telah lebih dari satu dekade berkecimpung di industri ini. Melalui rumah
produksi Cinesurya, Fauzan Zidni terlibat dalam sejumlah film penting seperti
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dan What They Don't Talk About When They
Talk About Love, yang membawa sinema Indonesia ke panggung internasional.
Profil Fauzan Zidni juga ditopang oleh pengalaman
organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film
Indonesia periode 2016 hingga 2019.
Dalam periode tersebut, Fauzan Zidni turut menghadapi
dinamika perubahan industri, terutama terkait distribusi digital dan
pertumbuhan penonton domestik.
Pengalaman Fauzan Zidni semakin lengkap ketika bergabung
dengan The Walt Disney Company Indonesia sebagai Executive Producer dan Head of
Original Content pada 2022 hingga 2024.
Di posisi ini, Fauzan Zidni memimpin pengembangan konten
lokal dan memperkuat jembatan antara industri global dan kreator Indonesia.
Sebagai Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni membawa sejumlah agenda
strategis. Fokus utama Fauzan Zidni adalah penguatan sumber daya manusia
melalui sinkronisasi kurikulum, program magang, serta pengiriman talenta muda
ke sekolah film internasional.
Selain itu, Fauzan Zidni juga mendorong revisi regulasi
untuk memperkuat kelembagaan dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat
di industri perfilman.
Tantangan yang dihadapi Fauzan Zidni di Badan Perfilman
Indonesia tidak ringan. Industri film Indonesia masih bergulat dengan persoalan
pembajakan, ketimpangan infrastruktur, dan distribusi yang belum merata.
Karena itu, kepemimpinan Fauzan Zidni diharapkan mampu
menjadi penghubung antara pelaku industri, pemerintah, dan pasar.
Terpilihnya Fauzan Zidni sebagai Ketua Umum BPI mencerminkan kepercayaan luas dari para pemangku kepentingan perfilman. Konsensus ini menjadi modal penting bagi Fauzan Zidni untuk menjalankan agenda pembenahan industri secara menyeluruh.
Seperti halnya operasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang
bertujuan membersihkan dan menata ulang ekosistem sungai, kepemimpinan Fauzan
Zidni di Badan Perfilman Indonesia diharapkan mampu menata ulang ekosistem
perfilman nasional menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.ggc

Posting Komentar