Bioskop Rakyat Bandung, Destinasi Anyar Yang Pengin Nonton Film Indie Indonesia

Gembelgaul.com - Bioskop Rakyat terletak di The Hallway Space, Bandung, menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang berbeda dan menyegarkan. Selama bulan Mei 2024 ini, Bioskop Rakyat menghadirkan rangkaian program menarik sepertiSpotlight to Campus, yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai kampus di Bandung,seperti Cinematography Club (CC) Fikom Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Seni BudayaIndonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi terbaru dengan Film danTelevisi Universitas Pendidikan Indonesia (FTV UPI) Bandung menampilkan film-film menarikseperti Sangkuriang, A Folk Tale from the Forest, Cingcowong: From Sacred to Profane, Roro Ajo,dan How To Be Forgiven by God, serta sebuah sesi diskusi yang menghadirkan para pembuatfilm dari FTV UPI Bandung pada tanggal 17 Mei mendatang. baca juga : mau lihat bola timnas di GBK, ini spot parkirnya Di bulan ini Bioskop Rakyat siap menyambut penonton dengan program-progr

Manusia Patung Taman Bungkul

Madi Om Dewo

Manusia Patung Taman Bungkul


Gembelgaul.com Pasti anda pernah mengujungi Car Free Day(CFD) di taman Bungkul-Surabaya, pasti menemui atraksi pantomin diatas Becak. Perawakan setengah baya, kurus ceking dengan wajah dilabur polesan putih komplit dengan dandanan nyentrik berwarna-warna ngejreng habis. Kenalkan ini adalah Sumadi atau lebih biasa di panggil Om Dewo. Atraksi manusia patung dengan berdiri diatas becak butuh konsentrasi tinggi dan latihan bertahun-tahun, Madi Om Dewo mampu melakukan berjam-jam berdiri dan tak bergerak sedikit.
Dibilang Om Dewo ini satu-satunya manusia patung yang beroperasi di taman Bungkul. Pengunjung CFD acap kali ber-swafoto bersama dan memberikan sedikit  tips uang untuk Om Dewo. Sejatinya Madi Om Dewo ini adalah tukang becak dan sangat mencintai seni mulai dari puisi sampai melukis.
Dulu kerjanya tukang foto keliling, masih pakai kamera SLR Manual. Tapi karena jaman digital mulai muncul, akhirnya gulung tikar ucap pria beristri Muslihah dan mempunyai 4 orang anak. Karena tuntutan ekonomi, banting setir ke tukang becak. Menurut Madi Om Dewo kerja apa saja yang penting halal dan yang pasti tidak nganggur.
Madi om Dewo ini multi talenta selain sebagai pantomin dan pelukis, dikenal sebagai penyair. Seringkali mentas di acara resmi dan seni, bahkan ini pernah membacakan puisi di depan walikota Surabaya Tri Rismaharini. Puisi-puisi Madi lebih menyoroti tentang kehidupan kaum bawah dan segala tetek bengek kesulitan hidup.
Bisa aku sebut itu puisi Mbecak celetuk pria yang tinggal di Tambak Boyo-Ampel dengan ukuran rumah 3,5x5 m. Pusi-puisinya seperti Kala Rupiah Estafet di Irba, Badai Bulan Desember dan Surat YTH Kepala Dinas. Semua puisi-puisi itu dibukukan dalam Pledoi Becakan terbitan SIC tahun 2012 dan diberi kata pengantar sendiri oleh Walikota Tri Rismaharini.
Kalau pas singgah di CFD taman bungkul jangan lupa foto bareng ama manusia patung Madi Om Dewo. Tampilan tiap minggu selalu berubah-berubah mulai dari pakaian tradisional Sakerah sampai gaya pop hip hop tersaji apik. Madi memang menyiapkan khusus pakaiannya itupun dari bahan-bahan bekas yang disulap menjadi pakaian pentas yang meriah. 




Komentar