Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Kaset, Alternatif Bikin Album Band Indie Murah Meriah




Gembelgaul.com - Generasi 90an pasti tidak asing dengan format kaset, mendengarkan band favorit macam Dewa 19, Sheila on 7, Padi atau Slank kala itu jadi panutan. Media kaset ini bertahan pada tahun 2000 dan digeser MP3 dan MP4 atau CD. Sebenarnya populasi kaset tidaklah hilang begitu saja tapi dikalangan musisi Indie masih populer, termasuk di Surabaya sendiri.

Ini dibuktikan House of Sampoerna(HOS) mengundang label indie Surabaya yaitu Agogo Record untuk bernostalgia akan kaset dalam Workshop Rilis Album Format Kaset di Function Hall HOS pada Sabtu (27/4/2019).


Kaset tidak sepenuh mati, menurut Yanuar Achbar dari Agogo Record bahwa dikalangan band indie lebih cenderung memakai kaset karena dalam proses produksi lebih murah dan quantity bisa minimal.

"Kaset sendiri lebih tahan lama bisa sampai 20 tahun lebih, kecuali tidak terkena jamur akut saja," tambah Ryanka dari band indie Mooikite.

Ditambahkan Ryanka sendiri, kaset jadi alternatif band yang baru rilis atau tidak terkenal tapi ingin memproduksi album sendiri. Memang populasi kaset cenderung langka, jika tidak mendapatkan stok kaset yang fresh baru yang dibanderol 5 -20 ribu durasi 60 menit, menurut Ryanka bisa memakai kaset repro yang bisa didapat di pasar loak.



"Sistemnya ditindas saja, kualitasnya juga sudah ok," tambahnya.

Workshop yang di adakan HOS ini ingin melestarikan keberadaan album kaset serta cara memproduksi secara mandiri.

"Produksinya mudah sekali, alat utamanya hanya tape deck, " ujar Fajro dari band indir Tuan Tanah.

Tape Deck inilah yang mentransfer musik dari berbagai format digital untuk kembali ke analog. Mulai dari MP3,MP4, flash disk, laptop, smartphone atau cd. Musik repro ini memiliki kualitas yang apik dan sesuai aslinya.


Daripada produksi dengan CD yang tidak bisa quantity minimal, kaset jadi alternatif. Band indie misal hanya mencetak 5 buah untuk album pertama memungkinkan. Jika memang perlu bantuan untuk reproduksi dengab media kaset. Agogo Record suap membantu, mampir saja di basecampnya di Jl. Jetis Kulon gg. 1 no. 9A atau kontak Yanuar Achbar(085704831419).

Komentar