Kampung Batik Tulis Jetis Sidoarjo Wajib Dikunjungi

  Gembelgaul.com - Kampung Batik Tulis Jetis yang sangat Legendaris di Dusun Jetis, Kelurahan Lemahputro, Kab. Sidoarjo dan ini dikunjungi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus. Kunjungan itu dilakukannya di sela-sela Gowes Gemilang bersama Bupati Sidoarjo dan masyarakat Sidoarjo dalam rangka menyambut perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VIII Tahun 2023. Sebagai informasi, Kab. Sidoarjo merupakan salah satu tuan rumah Porprov Jatim VIII   bersama tiga daerah lainnya, yakni Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto dan Kab. Jombang. Khusus Kab. Sidoarjo juga menjadi venue pembukaan perhelatan Porprov VIII pada tanggal 9-16 September 2023 mendatang. Untuk itu, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat ikut mempromosikan berbagai produk pelaku UMKM selama gelaran Porprov VIII berlangsung. Termasuk salah satunya kerajinan batik tulis di Kampung Batik Jetis yang sangat legendaris dan harganya terjangkau   di Sidoarjo ini. "Porprov ini tidak sekadar menja

Kaset, Alternatif Bikin Album Band Indie Murah Meriah




Gembelgaul.com - Generasi 90an pasti tidak asing dengan format kaset, mendengarkan band favorit macam Dewa 19, Sheila on 7, Padi atau Slank kala itu jadi panutan. Media kaset ini bertahan pada tahun 2000 dan digeser MP3 dan MP4 atau CD. Sebenarnya populasi kaset tidaklah hilang begitu saja tapi dikalangan musisi Indie masih populer, termasuk di Surabaya sendiri.

Ini dibuktikan House of Sampoerna(HOS) mengundang label indie Surabaya yaitu Agogo Record untuk bernostalgia akan kaset dalam Workshop Rilis Album Format Kaset di Function Hall HOS pada Sabtu (27/4/2019).


Kaset tidak sepenuh mati, menurut Yanuar Achbar dari Agogo Record bahwa dikalangan band indie lebih cenderung memakai kaset karena dalam proses produksi lebih murah dan quantity bisa minimal.

"Kaset sendiri lebih tahan lama bisa sampai 20 tahun lebih, kecuali tidak terkena jamur akut saja," tambah Ryanka dari band indie Mooikite.

Ditambahkan Ryanka sendiri, kaset jadi alternatif band yang baru rilis atau tidak terkenal tapi ingin memproduksi album sendiri. Memang populasi kaset cenderung langka, jika tidak mendapatkan stok kaset yang fresh baru yang dibanderol 5 -20 ribu durasi 60 menit, menurut Ryanka bisa memakai kaset repro yang bisa didapat di pasar loak.



"Sistemnya ditindas saja, kualitasnya juga sudah ok," tambahnya.

Workshop yang di adakan HOS ini ingin melestarikan keberadaan album kaset serta cara memproduksi secara mandiri.

"Produksinya mudah sekali, alat utamanya hanya tape deck, " ujar Fajro dari band indir Tuan Tanah.

Tape Deck inilah yang mentransfer musik dari berbagai format digital untuk kembali ke analog. Mulai dari MP3,MP4, flash disk, laptop, smartphone atau cd. Musik repro ini memiliki kualitas yang apik dan sesuai aslinya.


Daripada produksi dengan CD yang tidak bisa quantity minimal, kaset jadi alternatif. Band indie misal hanya mencetak 5 buah untuk album pertama memungkinkan. Jika memang perlu bantuan untuk reproduksi dengab media kaset. Agogo Record suap membantu, mampir saja di basecampnya di Jl. Jetis Kulon gg. 1 no. 9A atau kontak Yanuar Achbar(085704831419).

Komentar