Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Kaset, Alternatif Bikin Album Band Indie Murah Meriah




Gembelgaul.com - Generasi 90an pasti tidak asing dengan format kaset, mendengarkan band favorit macam Dewa 19, Sheila on 7, Padi atau Slank kala itu jadi panutan. Media kaset ini bertahan pada tahun 2000 dan digeser MP3 dan MP4 atau CD. Sebenarnya populasi kaset tidaklah hilang begitu saja tapi dikalangan musisi Indie masih populer, termasuk di Surabaya sendiri.

Ini dibuktikan House of Sampoerna(HOS) mengundang label indie Surabaya yaitu Agogo Record untuk bernostalgia akan kaset dalam Workshop Rilis Album Format Kaset di Function Hall HOS pada Sabtu (27/4/2019).


Kaset tidak sepenuh mati, menurut Yanuar Achbar dari Agogo Record bahwa dikalangan band indie lebih cenderung memakai kaset karena dalam proses produksi lebih murah dan quantity bisa minimal.

"Kaset sendiri lebih tahan lama bisa sampai 20 tahun lebih, kecuali tidak terkena jamur akut saja," tambah Ryanka dari band indie Mooikite.

Ditambahkan Ryanka sendiri, kaset jadi alternatif band yang baru rilis atau tidak terkenal tapi ingin memproduksi album sendiri. Memang populasi kaset cenderung langka, jika tidak mendapatkan stok kaset yang fresh baru yang dibanderol 5 -20 ribu durasi 60 menit, menurut Ryanka bisa memakai kaset repro yang bisa didapat di pasar loak.



"Sistemnya ditindas saja, kualitasnya juga sudah ok," tambahnya.

Workshop yang di adakan HOS ini ingin melestarikan keberadaan album kaset serta cara memproduksi secara mandiri.

"Produksinya mudah sekali, alat utamanya hanya tape deck, " ujar Fajro dari band indir Tuan Tanah.

Tape Deck inilah yang mentransfer musik dari berbagai format digital untuk kembali ke analog. Mulai dari MP3,MP4, flash disk, laptop, smartphone atau cd. Musik repro ini memiliki kualitas yang apik dan sesuai aslinya.


Daripada produksi dengan CD yang tidak bisa quantity minimal, kaset jadi alternatif. Band indie misal hanya mencetak 5 buah untuk album pertama memungkinkan. Jika memang perlu bantuan untuk reproduksi dengab media kaset. Agogo Record suap membantu, mampir saja di basecampnya di Jl. Jetis Kulon gg. 1 no. 9A atau kontak Yanuar Achbar(085704831419).

Komentar