Bioskop Rakyat Bandung, Destinasi Anyar Yang Pengin Nonton Film Indie Indonesia

Gembelgaul.com - Bioskop Rakyat terletak di The Hallway Space, Bandung, menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang berbeda dan menyegarkan. Selama bulan Mei 2024 ini, Bioskop Rakyat menghadirkan rangkaian program menarik sepertiSpotlight to Campus, yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai kampus di Bandung,seperti Cinematography Club (CC) Fikom Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Seni BudayaIndonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi terbaru dengan Film danTelevisi Universitas Pendidikan Indonesia (FTV UPI) Bandung menampilkan film-film menarikseperti Sangkuriang, A Folk Tale from the Forest, Cingcowong: From Sacred to Profane, Roro Ajo,dan How To Be Forgiven by God, serta sebuah sesi diskusi yang menghadirkan para pembuatfilm dari FTV UPI Bandung pada tanggal 17 Mei mendatang. baca juga : mau lihat bola timnas di GBK, ini spot parkirnya Di bulan ini Bioskop Rakyat siap menyambut penonton dengan program-progr

Tidak Ada "Ping", Aplikasi BBM Gulung Tikar




Gembelgaul.com - Hari ini, 31 Mei 2019, menjadi hari terakhir beroperasinya layanan BBM. Artinya, mulai 1 Juni besok aplikasi BBM sudah tidak bisa diakses lagi dan para pengguna lebih baik sudah memiliki alternatif aplikasi pesan lain.
Layanan BBM diluncurkan pertama kali pada 1 Agustus 2005. Gary Klassen menjadi sosok penting lahirnya BBM yang saat itu hanya bisa dipakai secara di untuk perangkat BlackBerry yang diproduksi oleh Research In Motion, yang sekarang dikenal sebagai BlackBerry Limited.

Pada saat itu BBM sudah membawa fitur PIN, di mana untuk saling berhubungan setiap pengguna harus memasukkan nomor PIN. Fitur lainnya yang sudah tersedia termasuk obrolan grup, ketersediaan status kontak lain, melacak status pengiriman pesan, transfer file, dan fitur "PING" yang terkenal serta masih banyak lagi.

Sempat vakum, kabar mengejutkan terjadi pada tahun 2016, BlackBerry memberikan lisensi software dan hak kekayaan intelektual BBM kepada korporasi PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek Group) dengan kontrak senilai 207,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun.
Kerja sama ini membuat, aplikasi BBM dikelola oleh Creative Media Works, sebuah divisi di Emtek Group. BBM mulai berbenah dengan menambahkan fitur-fitur baru, tetapi itu semua tidak bisa menaikkan pamor BBM kembali.

Akhirnya pada April 2019, BBM resmi mengibarkan bendera putih. Keputusan penghentian beroperasinya BBM dilandasi alasan bisnis yang sudah tidak menguntungkan lagi. Saat ini BBM semakin ditinggal pengguna. Mereka beralih menggunakan aplikasi pesan yang lain seperti WhatsApp, LINE, atau Telegram.
"Namun, tak dapat dipungkiri, industri teknologi begitu dinamis. Walau kami telah mengerahkan berbagai upaya, banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat," tulis pihak Creative Media Works, dalam blog resmi BBM.

BlackBerry Limited di Kanada menyayangkan keputusan Emtek yang menyetop layanan BBM untuk konsumen. Tapi BlackBerry Limited tak menyerah begitu saja dalam bisnis aplikasi pesan instan. Mereka bertaruh lagi dengan meluncurkan aplikasi BBM yang baru bernama BBM Enterprise, atau disingkat BBMe.

Aplikasi baru BBMe sudah dapat diunduh dari Google Play Store di Android dan akan segera hadir di Apple App Store. BBMe berbeda dengan BBM untuk konsumen. Pengguna BBMe akan dikenakan biaya berlangganan selama enam bulan sebesar 2,49 dolar AS atau sekitar Rp 34 ribu. Namun, BlackBerry memberikan promo gratis untuk satu tahun pertama penggunaan BBMe.(bws/kumparan)

Komentar