Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Arswendo Atmoliwoto Meninggal Akibat Kanker Prostat, Onani Bisa Solusi Jitu




Gembelgaul.com - Kanker Prostat jadi momok para pria saat usia senja. Berpulangnya seniman Arswendo Atmowiloto (70 tahun) di Jakarta(19/7/2019), mengingatkan orang pada ancaman maut oleh kanker prostat. Arswendo meninggal karena itu.

Menurut siaran pers Badan Kesehatan PBB (WHO), September 2018, kanker perenggut-nyawa-pria nomor satu adalah kanker paru, kemudian disusul kanker prostat.
Tentu kanker prostat tak datang tiba-tiba. Namun gejala bahwa telah terjadi pembengkakan biasanya dapat dikenali. Misalnya dalam urusan buang air kecil. Gampang kebelet pipis, atau anyang-anyangan, termasuk salah satu gejala. Namun jangan panik dulu. Dokterlah yang akan mengenali dan mengarahkan tindak lanjut.

Apa saja penyebab utama kanker prostat masih belum jelas. Faktor genetis diduga berperan. Cancer Treatment Centers of America menyebutkan, DNA dalam sel-sel prostat bermutasi, lalu menonaktifkan kemampuan untuk mengendalikan pertumbuhan dan pembelahan sel.
Jika menyangkut pencegahan, ramai beredar informasi, termasuk di WhatsApp. Bahwa sering ejakulasi, dengan cara apa pun termasuk onani, adalah cara paling joss untuk menghindar dari kanker prostat.

Sebetulnya tidak persis begitu. Pada Maret 2014 Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, Amerika Serikat, merilis ringkasan hasil amatan selama 1986-2000 terhadap banyak pelaku profesi medis.
Selain beragam dokter (termasuk dokter hewan) ada juga ahli farmasi. Pokoknya orang-orang yang diandaikan paham ilmu kesehatan. Mereka ditanya tentang ejakulasi. Gaya hidup mereka selama dua tahun terakhir sampai 2000 juga tercatat.
Mereka harus melaporkan. Volume semen tak diukur. Soal tingkat keseringan memancar pun berdasarkan pengakuan relawan. Pada 1992, ada 29.342 pria berusia 46- 81 tahun yang diminta melaporkan rata-rata ejakulasi per bulan.
Ejakulasi tersebut menyangkut hubungan seksual, swalayan, dan memancar sendiri (emisi malam hari).

Dari laporan relawan dan pemantauan kesehatan, para ilmuwan mendapati bahwa pria yang ejakulasi 21 kali, atau lebih, dalam sebulan berisiko 31 persen lebih rendah untuk terkena kanker prostat.
Maksud lebih rendah itu bila dibandingkan pria yang melaporkan empat sampai tujuh kali ejakulasi per bulan sepanjang hidup mereka.

Dalam pemutakhiran laporan 19 Juni lalu tersebutkan hasil serupa didapat dari Australia. Pria yang rata-rata ejakulasi 4,6–7 kali per minggu memiliki kemungkinan 36 persen lebih kecil untuk menderita kanker prostat sebelum berusia 70 tahun.
Peluang lebih besar untuk terkena kanker prostat didapat oleh pria yang rata-rata ejakulasi kurang dari 2,3 kali per minggu.(ggc/net)

Komentar