Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Pengin Foto Pre Wedding Instagramable, Yuk Ke Taman Baluran




Gembelgaul.com - Ini lagi trend dikalangan pasangan muda jika ingin view foto pre wedding yang beda. Pilihannya jatuh pada Taman Nasional Baluran yang terletak di antara dua kabupaten di Jawa Timur, Banyuwangi dan Situbondo menawarkan konsep wisata foto pre-wedding.
Taman Baluran ini juga yang jadi inspirasi Ravi dan Rosa yang jauh-jauh dari Jember menyiapkan pre wedding.

"Berangkat tengah malam agar bisa mengejar view sunrise, bawa 3 mobil komplit property bersama fotografer," terang Ravi seorang teller di bank swasta ini. Ia dan pasangannya Rossa bahkan membawa Vespa Matic berwarna orange yang khusus buat  pre wedding.
Pre wedding di taman Baluran lagi hits dikalangan anak muda khususnya Jawa Timur, nuasa alam bebas jadi pilihan bagus untuk mengambil view foto.

“Taman Nasional Baluran sekarang sudah bisa digunakan untuk foto pre-wedding. Akses menuju ke sana sudah oke. Untuk kegiatan foto pre-wedding, pengunjung hanya ditarik tiket masuk Rp 15 ribu per orang plus membayar biaya kegiatan pre-wedding sebesar Rp 250 ribu per kegiatan per hari,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Baluran Emy Endah Suwarni.

Dengan biaya sebesar itu, Taman Nasional Baluran menawarkan sensasi gambar yang oleh warga setempat disebut Afrika van Java itu. Emy menuturkan, di musim kemarau, suasana serbakering, cokelat, vegetasi pepohonan yang meranggas, menanggalkan dedaunan. Savanna yang luas, rumput-rumput pendek yang mengering. Mentari kuat membakar film di kamera, dan menciptakan pencahayaan yang ekstra.

Tak heran jika Taman Nasional Baluran menjadi tempat favorit pengambilan gambar pre-wedding. Taman nasional ini yang memiliki luas 25 ribu hektare. Tinggal menentukan konsepnya, foto berlatar belakang merak, rusa, elang atau binatang yang bebas di alam. Latar belakang pantai pasir putih yang eksotis, dihias bebatuan granit hitam. Atau konsep foto dengan cakrawala di atas Selat Bali yang merah nyala. “Hasilnya, keren! Silakan di upload di instagram, pasti banyak yang nge-like,” tutur Emmy.

Asisten Deputi Wisata Alam dan Buatan Kemenpar, Azwir Malaon, menambahkan, ada competitive advantage dan comparative advantage dalam Taman Nasional Baluran. "Sejak Oktober 2015, kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengoptimalkan aset hutan dan taman nasional sebagai atraksi destinasi wisata yang memikat. Salah satunya ya dengan konsep wisata foto pre-wedding itu,” tutur Azwir.

Menurut Azwir, saat ini, tak hanya Taman Nasional Baluran yang dilirik Kemenpar dan LHK yang dikembangkan menjadi atraksi destinasi wisata yang memikat. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Rinjani, dan Taman Nasional Gunung Tambora juga ikut dipoles.

Azwir berpegang pada keinginan Menpar Arief Yahya, bahwa fungsi hutan itu harus dilestarikan, dikonservasi, agar habitat yang ada di dalamnya ikut lestari. Hutan itu sendiri tetap lestari, tidak dirusak, atau berkurang fungsinya sebagai hutan.
Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur.

Nama itu diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Banyuwangi sudah mendapatkan penghargaan dari UNESCO yang sukses menjaga Cagar Biosfer Dunia.(ggc/net)

Komentar