Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Obat Kuat Dan Ribuan Rokok Ditemukan Dalam Koper Calon Jemaah Haji Ini !



Gembelgaul.com – Panitia Penyelenggara Embarkasi Surabaya (PPIH) Embarkasi Surabaya menyita ratusan rokok dari berbagai jenis merk, obat-obatan serta jamu dari koper Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 6 dan 7, Minggu (7/7/2019).

Petugas mulai melakukan pemeriksaan koper kloter 6 asal Kabupaten Sumenep pukul 15.00 WIB di gudang Hall Zaitun AHES. Disaksikan oleh 7  orang pemilik masing-masing koper, petugas menyita  449 bungkus rokok, serta 518 sachet obat/jamu.

Sementara pada Hall Mina, petugas menyita rokok sejumlah 467 bungkus, dan   8000 sachet obat /jamu dari 12  koper JCH kloter 7 asal Kabupaten Sumenep. Diantara obat-obatan dan jamu yang disita terdapat obat kuat, pelangsing, jamu rumput fatimah, supertetra dan lain-lain.

Ketika ditanya alasan JCH membawa barang tersebut, rata-rata pemilik koper tersebut mengaku dititipi saudaranya tanpa tahu barang apa yang dimasukkan kedalam kopernya.

“Saya hanya dititipi barang oleh saudara. Saya tidak tahu isinya apa,” tutur Fajar Hanif, JCH kloter 7 yang membawa puluhan jamu terbungkus rapi dalam balutan krupuk dan beberapa slop rokok ini.

Jamal, sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan, JCH hanya diperbolehkan membawa rokok maksimal sejumlah 2 slop atau 200 batang, serta obat-obatan yang dikonsumsi JCH atas rekomendasi dokter sesuai kebutuhan.

“Jemaah haji hanya diperbolehkan membawa rokok maksimal 2 slop, serta obat-obatan yang diperlukan sesuai rekomendasi dokter. Lebih dari itu, akan menjadi barang sitaan negara,” ujar Jamal.

Sementara, Mùhammad Budi Hidayat Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi menerangkan bahwa JCH hanya diperbolehkan membawa obat-obatan sesuai kebutuhan serta atas rekomendasi dokter.

“Jemaah haji boleh membawa obat ysng direkomendasi oleh dokter untuk dikonsumsi oleh jamaah. Ada izin membawa obat, sesuai kebutuhan selama berada disana, dikalkulasi kebutuhan selama disana, ya itu yang boleh dibawa,” tuturnya.(ggc/net)

Komentar