Sentono Gentong, Wisata Pacitan Yang Lagi Hits Diatas Bukit

Sentono Gentong, wisata Pacitan cocok buat suka ketinggian melihat pantai. Gembelgaul.com - Sentono Gentong di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan dari ketinggian membuat takjub Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (10/1). Khofifah yang didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Forkopimda Pacitan   mengungkapkan tidak heran jika Sentono Gentong menjadi salah satu destinasi "ngehits" di Pacitan. Menurut Khofifah, Sentono Gentong seperti orkestra semesta alam karena memiliki keindahan alam lengkap yang berpadu dengan sejarah dan spritual. Di sini, kata dia, masyarakat bisa menikmati pemandangan laut dan pantai, perkotaan, perbukitan, pegunungan hingga goa-goa. Tak cuma menyajikan wisata alam, Sentono Gentong juga merupakan spot paralayang. baca juga : 10 desa wisata Jatim yang cocok buat healing "Jatim ini banyak sekali tempat yang menyuguhkan keindahan bagi penikmat wisata alam, religi, kuliner, hingga tantangan bagi para

Biokrasi Era Industri 4.0 Buat Kaum Milenial


Gembelgaul.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa hal leadership atau kepemimpinan saat ini bukan sesuatu yang hanya memerintah saja. Tetapi gaya kepemimpinan yang diutamakan adalah bagaimana dirinya bisa menggerakkan seluruh komponen di sekitarnya.

Apalagi era saat ini dinilai sudah jauh berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Untuk itu, konsep baru dalam hal kepemimpinan dalam menghadapi kaum milenial harus dipahami. Utamannya di dalam maupun di luar lingkup birokrasi sebagai salah satu upaya persiapan menghadapi era industri 4.0.

"Leadership hari ini adalah leadership not by instruction," ucap Wagub Emil Elestianto Dardak saat menghadiri acara Leadership Transformation yang diselenggarakan PT. PLN (Persero) di Balai Andika, Hotel Mojopahit Surabaya, Kamis (29/8).

Pola kepemimpinan tersebut, menurut Wagub Emil sangat sesuai dengan era saat ini. Gaya tersebut bisa menjadi penghubung antara generasi milenal dengan generasi sebelumnya.

Jika pola tersebut dapat diimplementasikan dalam suatu lembaga dimana kebanyakan pekerjanya para generasi milenial, sementara pemimpinnya dari generasi lebih tua, maka dirasa akan terjadi sinkronasi yang baik antar kedua pihak.

"Kalau kedua generasi ini sama-sama melihat dari sisi yang berbeda maka mereka akan bisa saling melengkapi," jelas Wagub Emil yang juga berbagi pengalaman saat ia tengah menyelesaikan gelar doktornya itu.

Agar keinginan tersebut bisa tercapai, maka masing-masing personal perlu memiliki rasa empati untuk bisa mendukung pola kepemimpinan yang baru tersebut.

"Saya berharap bahwa leadership kita bisa bertransformasi sehingga empati itu bisa muncul," ucap Wagub Emil.

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Ketua KPK periode 2011-2015 Bambang Widjojanto dan General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Suroso serta puluhan perwakilan karyawan PLN dari seluruh wilayah Jatim dan Bali. (bws/ggc)

Komentar