Bioskop Rakyat Bandung, Destinasi Anyar Yang Pengin Nonton Film Indie Indonesia

Gembelgaul.com - Bioskop Rakyat terletak di The Hallway Space, Bandung, menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang berbeda dan menyegarkan. Selama bulan Mei 2024 ini, Bioskop Rakyat menghadirkan rangkaian program menarik sepertiSpotlight to Campus, yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai kampus di Bandung,seperti Cinematography Club (CC) Fikom Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Seni BudayaIndonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi terbaru dengan Film danTelevisi Universitas Pendidikan Indonesia (FTV UPI) Bandung menampilkan film-film menarikseperti Sangkuriang, A Folk Tale from the Forest, Cingcowong: From Sacred to Profane, Roro Ajo,dan How To Be Forgiven by God, serta sebuah sesi diskusi yang menghadirkan para pembuatfilm dari FTV UPI Bandung pada tanggal 17 Mei mendatang. baca juga : mau lihat bola timnas di GBK, ini spot parkirnya Di bulan ini Bioskop Rakyat siap menyambut penonton dengan program-progr

Gramedia TP Surabaya Promosi Komik Gundala Limited Edition


Gembelgaul.com - Di hari pertama penayangan film Gundala telah ditonton 170 ribu orang, semua membicarakan tentang film garapan Joko Anwar ini. Gaung telah didengungkan jauh hari, apalagi karakter Gundala diambil dari komik rekaan Harya Suryaminata atau lebih dikenal Hasmi pada tahun 1969.

Komik era 70 an itu diadaptasi ke layar lebar dengan ditambahi bumbu kekinian. Tidak hanya diangkat di film tapi komik aslinya di remaster kembali. Koloni, sebuah imprint penerbit M&C yang mengkhususkan menerbitkan komik lokal di tahun 2003 ini bekerjasama dengan Gramedia Tunjungan Plaza Surabaya melakukan meet & greet pada jumat(30/8/2019). Promosi ini dilakukan untuk memperkenalkan komik Gundala: The Official Movie Adaption.

Dalam meet & greet itu dihadiri juga para pemeran dalam Gundala seperti Tantan Ginting yang berperan sebagai Ito Marbun serta Zidni Hakim sebagai Dirga Utama. Tak ketinggalan hadir juga Is Yuniarto selaku manajer Bumi Langit Komik.

Is Yuniarto menjelaskan bahwa komik karya Hasmi ini di kerjakan ulang sesuai jaman sekarang.

"Bisa dibilang another universe, jika dalam komik lawasnya Sancaka sang Gundala digambarkan sebagai insinyur tapi difilmnya jadi security. Begitu juga di komiknya, beda universe. Ini juga menyesuaikan jaman agar generasi sekarang mengenal Gundala," tambahnya.

Sementara itu untuk remaster komik Gundala ini dikerjakan keroyokan 4 komikus nasional antara lain Oyasujiwo, Adian Syaf, Doni Cahyono dan Ecky.  Penggarapan juga alan berbeda dengan jaman Hasmi dulu masih kuliah di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta atau sekarang ISI, saat Hasmi masih berusia 23 tahun.

Faktor kekinian disematkan  dalam film Gundala ini. Terutama pada kostum, sepintas Gundalan mirip karakter DC comic si Flash. Jika versi lawasnya serba hitam tapi versi film berwarna merah, berkacamata google dan berpenutup mulut.

"Kalau sekarang tidak jamannya pakai celana diluar kayak Superman tapi didalam," celetuk Tantan Ginting, salah cast Gundala sambil menunjukkan gambar Gundala lawas yang memakai celana merah diluar.

Komik Gundala ini dibilang limited edition, karena dicetak 300 piece saja. "Komik Gundala ini juga hadir versi web toon, silakan baca secara gratis," tutup Is Yuniarto sang manajer bumi langit komik.(ggc)

Komentar