Siska Kubur, Sebuah Anomali Agama Dipertanyakan

  Gembelgaul.com - “Siksa Kubur” menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan kehangatan keluarga. Setelah kedua orangtuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. baca juga : melihat gleen fredly hidup kembali Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya. Film “Siksa Kubur” akan menghadirkan akting yang sempurna dari pemeran utama Faradina Mufti sebagai Sita dan Reza Rahadian sebagai Adil. Ditambah jajaran ansambel yang mayoritas merupakan pemenang dan peraih nominasi Piala Citra FFI, serta para pendatang baru yang menjanjikan. Mereka di antaranya adalah Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Nini

Lomba Guru Nasional 2019, Jatim Kirim 31 Guru Berprestasi



Gembelgaul.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima 31 guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/8/2019). Para guru dan tenaga kependidikan tersebut akan mengikuti lomba di tingkat nasional dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Republik Indonesia pada tanggal 12-18 Agustus 2019 di Jakarta.

Kegiatan pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di Jakarta diselenggarakan tersebar di empat tempat kegiatan lomba dengan pembagian kategori berdasarkan kategori guru jenjang pendidikan PAUD dan Dikmas, guru jenjang pendidikan dasar, guru jenjang pendidikan menengah, serta kategori tenaga kependidikan pendidikan dasar dan menengah.

Bidang yang dilombakan di tingkat nasional antara lain tes kompetensi mata pelajaran, tes keptibadian, wawancara, ptesentasi best practice dan table topic yang merupakan tes bagi peserta untuk mengetahui pengetahuan, serta ketangkasan peserta dalam menjawab pertanyaan dari tim juri.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan sekaligus memberi  semangat kepada para guru dan tenaga kependidikan yang akan berangkat ke Jakarta. Mereka diharapkan tidak sekedar mentargetkan  memenangkan perlombaan dan berprestasi di tingkat nasional, tetapi bisa menjadi referensi bagi guru dan tenaga kependidikan  lainnya.

Para guru dan tenaga kependidikan yang  terbaik di tingkat provinsi, sekarang akan berjuang di tingkat nasional. Ketika mendapatkan apresiasi, harus menjadi referensi bagi yang lain, ujar orang nomor satu di Jatim.

Ia menjelaskan, dengan menjadi referensi, maka orang lain bisa mengetahui mengenai standar guru atau tenaga kependidikan. Mereka harus siap menjadi mentor atau tutor bagi yang lain.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, tugas guru saat ini berat karena berhadapan dengan digitalisasi informasi dan teknologi yang dahsyat. Perkembangan ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas guru secara kontinyu.

Banyak hal yang mengalami percepatan perubahan inovasi dan  teknologi yang luar biasa, termasuk di dalamnya metode belajar - mengajar, jelas gubernur perempuan pertama di Jatim.

Selain itu, ia berharap kepada para guru terus melakukan update, evaluasi dan koreksi dalam proses belajar mengajar, serta harus siap melakukan penyesuaian dari proses yang telah dilakukan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Hudiyono mengatakan, sebanyak 31 guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdidikasi akan mengikuti seleksi di tingkat nasional di Jakarta pada tanggal 12-18 Agustus 2019. Pada tahun 2018, Provinsi Jatim telah meraih prestasi yang membanggakan.

Guru dan tenaga kependidikan mampu meraih kejuaraan terbanyak se-Indonesia pada pemilihan guru dan kependidikan berprestasi dan berdedimasi tingkat nasional. Dari 35 kategori yang dilombakan, saat itu Jatim berhasil membawa pulang 20 kejuaraan yang merupakan perolehan terbanyak sepanjang lomba semacam ini di tingkat nasional, jelasnya.(bws/ggc)     

Komentar