Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Weekend Mau Kemana? Ke Museum Mpu Tantular Saja Ada Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara 2019

 

Gembelgaul.com -Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara 2019 di UPT Museum Mpu Tantular, Sidoarjo, Rabu (14/8/2019) baru saja dibuka sekdaprov-Heru Tjahjono. Ajak keluarga dan sanak saudara datang menikmati pameran alat musik tradisional dari seantero nusantara.

Kepala Disbudpar Jatim, Sinarto mengatakan, kegiatan pameran ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di Indonesia, berdasarkan kesepakatan bersama para kepala museum se-indonesia. Adapun pameran hari ini diikuti oleh 31 museum dari 27 provinsi di Indonesia.

 Pameran peralatan atau alat musik tradisional nusantara yang sangat fenomenal ini, bisa menjadi satu edukasi dalam masyarakat di Jawa Timur khususnya, di Sidoarjo dan sekitarnya, katanya.

Kepala Disbudpar Sinarto menambahkan, beberapa rangkaian kegiatan pameran ini diantarnaya adalah lomba kreativitas musik, lomba melukis koleksi museum tradisional, dan city tour ke Gunung Bromo. Adapun dipilihnya Gunung Bromo karena merupakan salah satu prioritas pembangunan di Jatim yang telah disetujui oleh Presiden RI.

Hadir dalam kesempatan ini, Forkopimda Kab. Sidoarjo, para penikmat dan penggemar seni dari seluruh Indonesia, serta para peserta pameran.(bws/ggc)



Komentar