Siska Kubur, Sebuah Anomali Agama Dipertanyakan

  Gembelgaul.com - “Siksa Kubur” menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan kehangatan keluarga. Setelah kedua orangtuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. baca juga : melihat gleen fredly hidup kembali Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya. Film “Siksa Kubur” akan menghadirkan akting yang sempurna dari pemeran utama Faradina Mufti sebagai Sita dan Reza Rahadian sebagai Adil. Ditambah jajaran ansambel yang mayoritas merupakan pemenang dan peraih nominasi Piala Citra FFI, serta para pendatang baru yang menjanjikan. Mereka di antaranya adalah Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Nini

Meriahnya Festival Kesenian Kawasan Selatan 2019 Di Stadion Tumpang Malang


Gembelgaul.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya di wilayah pantai. Hal itu dibuktikan lewat gelaran Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-15 yang diselenggarakan di Stadion Kec. Tumpang, Kab. Malang Jum’at (6/9/2019).

Sekretaris Daerah Prov. Jatim Ir. Heru Tjahjono saat membuka gelaran tersebut menyampaikan bahwa event kesenian ini memang perlu untuk digalakkan, khususnya di kawasan pantai di Jatim. Hal itu menurutnya, bisa menambah daya tarik dan promosi dari pantai tersebut.

“Bukan hanya kesenian, tapi juga salah satu tujuan wisata yang komprehensif dan tentunya menjadi sebuah potensi yang bisa dikelola dengan bagus,” ujar Sekdaprov Heru Tjahjono.

Dihadapan ratusan warga serta pengunjung yang hadir, dirinya menjelaskan bahwa Prov. Jatim saat ini tengah melakukan upaya peningkatan sektor pariwisata, diantaranya wilayah Gerbangkertasusila, Selingkar Wilis dan Kawasan Bromo-Tengger-Semeru.

Pemilihan FKKS sebagai salah satu festival ini untuk mempromosikan wisata pantai, menurut Sekdaprov Heru bukan tanpa alasan. FKKS sendiri beranggotakan delapan daerah, yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek. Hampir kedelapan wilayah terrsebut terkenal akan pantainya yang indah. Oleh sebab itu, Sekdaprov Heru berharap, FKKS tahun 2020 mendatang, lokasi pelaksanaannya bisa di wilayah pantai.

“Karena wilayah selatan memiliki banyak pantai, seandainya pelaksanaan FKKS bisa dipindah ke pantai maka akan lebih bagus,” ucap Sekdaprov yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tulungagung ini.

Lebih lanjut dijelaskan, selain diselenggarakannya festival kesenian, diperlukan pula inovasi atau kegiatan yang unik sebagai nilai tambah tempat wisatanya. Dirinya mencontohkan, dalam rangkaian festival kesenian, bisa dibarengi dengan festival kuliner, peragaan busana khas daerah, camping ground bahkan perlombaan olahraga populer seperti marathon dan berselancar atau surfing.

“Bisa saja sehari sebelumnya dilaksanakan lomba lari marathon bahkan lomba surfing yang tentunya diharap bisa berpotensi menjadi tujuan wisata nasional maupun mancanegara,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh yang hadir, utamanya para perwakilan bidang kepariwisataan masing-masing daerah untuk bisa lebih berani dalam mengembangkan ide promosi, guna menggaet lebih banyak wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Bupati Malang Sanusi, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas terpilihnya Kab. Malang sebagai tuan rumah tahun ini. Dirinya berharap, dengan adanya FKKS ini, bisa membawa perubahan bagi Kab. Malang terlebih lagi wilayah Kec. Tumpang yang juga telah dijadikan sebagai Kawasan Dewi Cemara (Desa Wisata, Cerdas, Maju dan Sejahtera).

Dalam gelaran FKKS ditampilkan berbagai macam tarian kolosal dari Kab. Malang yaitu Serimpi Lima Gugat dan Ronggeng Roro Tangis yang berhasil memukau penonton yang hadir termasuk Sekdaprov Heru. Penampilan spesial juga disuguhkan oleh peserta kehormatan dari Kutai Kartanegara (Kukar) yang menampilkan tarian khasnya.

Turut hadir pada festival tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim Sinarto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, Forkopimda Kab. Malang, perwakilan dari masing-masing kabupaten anggota FKKS serta puluhan mahasiswa asal sembilan negara yakni Sudan, Sudan Selatan, Madagaskar, Gambia, Yaman, Kenya, Malaysia, Laos dan Cheko.(bws/ggc)

Komentar