Sentono Gentong, Wisata Pacitan Yang Lagi Hits Diatas Bukit

Sentono Gentong, wisata Pacitan cocok buat suka ketinggian melihat pantai. Gembelgaul.com - Sentono Gentong di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan dari ketinggian membuat takjub Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (10/1). Khofifah yang didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Forkopimda Pacitan   mengungkapkan tidak heran jika Sentono Gentong menjadi salah satu destinasi "ngehits" di Pacitan. Menurut Khofifah, Sentono Gentong seperti orkestra semesta alam karena memiliki keindahan alam lengkap yang berpadu dengan sejarah dan spritual. Di sini, kata dia, masyarakat bisa menikmati pemandangan laut dan pantai, perkotaan, perbukitan, pegunungan hingga goa-goa. Tak cuma menyajikan wisata alam, Sentono Gentong juga merupakan spot paralayang. baca juga : 10 desa wisata Jatim yang cocok buat healing "Jatim ini banyak sekali tempat yang menyuguhkan keindahan bagi penikmat wisata alam, religi, kuliner, hingga tantangan bagi para

Nenek 110 Tahun Asal Bondowoso Pergi Haji Dengan Kursi Roda


Gembelgaul.com – Nenek Fatimah Binti Sumahmu, jemaah haji tertua asal Kabupaten Bondowoso tiba di Debarkasi Surabaya, Rabu (4/9/2019) pukul 08.30 WIB. Nenek yang kini menginjak usia 110 tahun ini turun dari bus digendong oleh petugas, lantas duduk di kursi roda.

Tak tampak wajah lelah pada Nenek Fatimah. Ia malah terlihat ceria memasuki Hall Zaitun. Senyum indah terus menghiasi wajah keriput nenek yang hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa madura ini.

Misdan (68 tahun) putra ketiga nenek Fatimah yang mendampingi ibundanya selama menjalankan ibadah haji di tanah suci ini menuturkan, meskipun lanjut usia kondisi nenek Fatimah sangat sehat selama menjalankan ibadah haji.

“Alhamdulillah ibu saya sehat, tidak ada penyakit apapun. Cuma ya itu, makannya sedikit saja,” terang Misdan.

Misdan menambahkan, kondisi kesehatan ibunya secara keseluruhan masih sehat, meskipun untuk berjalan, ibunya hanya mampu berjalan dalam jarak dekat dan sangat pelan.

“Ibu bisa berjalan tapi pelan. Karena itu kita bawakan kursi roda. Bicaranya, pendengaran, penglihatannya juga masih jelas,” tambah Misdan.

Misdan menuturkan, ibunya sudah lama memiliki keinginan untuk menunaikan rukun islam kelima. Karenanya, ia bersama lima saudaranya yang lain sepakat untuk menjual salah satu sawahnya untuk biaya membayar ongkos naik haji tiga tahun lalu. Karena termasuk lanjut usia, Nenek Fatimah masuk dalam pengajuan berangkat haji tahun 2019 ini didampingi putra ketiganya.(bws/ggc)

Komentar