Bioskop Rakyat Bandung, Destinasi Anyar Yang Pengin Nonton Film Indie Indonesia

Gembelgaul.com - Bioskop Rakyat terletak di The Hallway Space, Bandung, menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang berbeda dan menyegarkan. Selama bulan Mei 2024 ini, Bioskop Rakyat menghadirkan rangkaian program menarik sepertiSpotlight to Campus, yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai kampus di Bandung,seperti Cinematography Club (CC) Fikom Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Seni BudayaIndonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi terbaru dengan Film danTelevisi Universitas Pendidikan Indonesia (FTV UPI) Bandung menampilkan film-film menarikseperti Sangkuriang, A Folk Tale from the Forest, Cingcowong: From Sacred to Profane, Roro Ajo,dan How To Be Forgiven by God, serta sebuah sesi diskusi yang menghadirkan para pembuatfilm dari FTV UPI Bandung pada tanggal 17 Mei mendatang. baca juga : mau lihat bola timnas di GBK, ini spot parkirnya Di bulan ini Bioskop Rakyat siap menyambut penonton dengan program-progr

Nenek 110 Tahun Asal Bondowoso Pergi Haji Dengan Kursi Roda


Gembelgaul.com – Nenek Fatimah Binti Sumahmu, jemaah haji tertua asal Kabupaten Bondowoso tiba di Debarkasi Surabaya, Rabu (4/9/2019) pukul 08.30 WIB. Nenek yang kini menginjak usia 110 tahun ini turun dari bus digendong oleh petugas, lantas duduk di kursi roda.

Tak tampak wajah lelah pada Nenek Fatimah. Ia malah terlihat ceria memasuki Hall Zaitun. Senyum indah terus menghiasi wajah keriput nenek yang hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa madura ini.

Misdan (68 tahun) putra ketiga nenek Fatimah yang mendampingi ibundanya selama menjalankan ibadah haji di tanah suci ini menuturkan, meskipun lanjut usia kondisi nenek Fatimah sangat sehat selama menjalankan ibadah haji.

“Alhamdulillah ibu saya sehat, tidak ada penyakit apapun. Cuma ya itu, makannya sedikit saja,” terang Misdan.

Misdan menambahkan, kondisi kesehatan ibunya secara keseluruhan masih sehat, meskipun untuk berjalan, ibunya hanya mampu berjalan dalam jarak dekat dan sangat pelan.

“Ibu bisa berjalan tapi pelan. Karena itu kita bawakan kursi roda. Bicaranya, pendengaran, penglihatannya juga masih jelas,” tambah Misdan.

Misdan menuturkan, ibunya sudah lama memiliki keinginan untuk menunaikan rukun islam kelima. Karenanya, ia bersama lima saudaranya yang lain sepakat untuk menjual salah satu sawahnya untuk biaya membayar ongkos naik haji tiga tahun lalu. Karena termasuk lanjut usia, Nenek Fatimah masuk dalam pengajuan berangkat haji tahun 2019 ini didampingi putra ketiganya.(bws/ggc)

Komentar