Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Arumi Bachsin Jadi Pembicara di Grand City Surabaya


Gembelgaul.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Emil Elestianto Dardak mengharapkan agar penyelenggaraan pameran terbesar di Jawa Timur atau yang biasa dikenal dengan Jatim Fair mampu mempertemukan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pembeli luar negeri.

Jadi harapannya Jatim Fair ini dapat mempertemukan UMKM dengan potensi buyer, especially dari luar negeri. Jadi harapannya hal-hal seperti ini akan membantu dan menjadi bagian dari fasilitasi pemerintah untuk pelaku UMKM, kata Arumi Emil Dardak usai menjadi pembicara Seminar Internasional bertema Merajut Peluang dan Strategi Ekspor Produk Jawa Timur Menembus Pasar Internasional di Grand City Surabaya, Rabu (9/10/2019).

Arumi Emil Dardak menjelaskan, dengan bertemunya para pelaku UMKM dengan pembeli dari luar negeri akan membawa angin segar bagi mereka. Sehingga, nantinya produk-produk para pelaku usaha akan dikenal di luar negeri dan akan berpengaruh pada usaha dan perekonomiannya.
Dirinya menambahkan, penyelenggaraan Jatim Fair juga diharapkan mampu mendorong minat masyarakat yang belum memiliki keinginan bergelut di dunia usaha untuk dapat terjun dan mengambil peran di dunia usaha.

Dan menyemangati yang belum menjadi pelaku UMKM menjadi pelaku UMKM, imbuhnya.

Lebih lanjut, Arumi Emil Dardak menjelaskan, para pelaku UMKM semestinya memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan perekonomian di Jatim. Oleh karena itu, jika pangsa pasar mereka bisa mencapai luar negeri atau sampai pada tingkat ekspor, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian di Jatim.
UMKM itu kan tulang punggungnya Jawa Timur secara ekonomi, jelasnya.

Selain itu, Arumi Emil Dardak menyampaikan bahwa untuk menghadapi tantangan yang ada, Pemerintah Provinsi Jatim akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan pada pelaku UMKM agar mereka dapat mengembangkan produk dan melebarkan pasar mereka sampai menembus pasar mancanegara.

Kami Pemerintah Provinsi Jawa Timur beriring dengan UMKM berusaha akan memfasilitasi full apa yang dibutuhkan UMKM itu sendiri, katanya.

Terkait perkembangan UMKM di Jatim, Arumi menjelaskan, bahwa setiap tahunnya mengalami peningkatan yang baik dan menunjukkan tren positif.
Kalau perkembangan UMKM dari tahun ke tahun saya melihat satu yang pasti kualitasnya dari hari ke hari itu semakin baik, variasinya semakin banyak, inovasinya juga semakin banyak, makin berkreasi, pungkasnya.(bws/ggc)

Komentar