Arumi Bachsin Duet Dengan Putri Indonesia 2020 Untuk Senyum Desa

Love For Sale 1 & 2 :Agen Penjual Kebahagiaan



"Sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi sekitarnya"

Gembelgaul.com - Apakah Arini (Della Dartyan) tokoh jahat hingga sampai harus meninggalkan Richard (Gading Martin) di film Love For Sale(2018) dan Ican (Adipati Dolken) pada Love For Sale 2 (2019). Tapi bukan, Arini disini seorang agen perubahan untuk pemberian kebahagiaan bagi para pria metropolitan yang hidup garing dan tak pernah menyenangkan sama sekali.

Kedua film besutan Andibachtiar Yusuf ini menceritakan tentang cerita cinta tapi cerdas, bukan sekedar asyik masyuk dengan adegan syur saja tapi di akhir cerita kita kenalkan bahwa mencintai itu pekerjaan berat dan berbahaya tapi tidak ada salahnya untuk ambil resiko itu.

Richard dikisahkan pada Love For Sale sebagai pria sudah menginjak umur 41 belum menikah sama sekali, hidup hanya diisi bangun pagi dengan celana dalam dan kaos silet putih yang bolong-bolong tak terawat. Serta ditemani kura-kura berumur 17 tahun bernama Kelun, tiap hari Richard hanya mengkomsumsi mie instant doang.

Hidupnya hambar tanpa pendamping dan hanya mengurusi percetakan warisan orang tuanya sehari-hari, acap kali sering marah-marah ke pegawainya jika salah atau telat masuk kerja. Tapi semua itu berubah saat Arini datang, hidupnya bagaikan terlahir kembali.

Kedatangan Arini ini sengaja atau tidak sengaja gara-gara aplikasi Love Inc yang didownload Richard untuk menemukan pasangan hidup demi dipamerkan pada pernikahan temannya pada hari sabtu nanti itu. Alih-alih hanya untuk pesanan 1 hari tapi akhirnya 45 hari, Richard tak bisa menolak Arini saat menangis di taksi karena kontrak harusnya 45 hari dengan paket 25 juta. Wow, its amazing aplikasi love Inc ini.

Maka terjadilah kumpul kebo selama 45 hari ini, awalnya Richard canggung adanya wanita dalam rumahnya di lantai 2 yang dibawahnya kantor percetakannya. Tapi lambat laun mencair, Arini begitu piawai memenangkan hati Richard mulai dari tahu makanan kesukaannya, hobinya yang nonton bola sampai urusan ranjang tentunya. Arini adalah paket komplit untuk Richard.

Suasana yang berbunga-bunga itu membuat Richard percaya bahwa Arini is the one. Apa yang ia cari ada di Arini, maka ada keinginan untuk segera melamarnya hingga membeli cincin emas. Tapi saat Richard bangun dipagi hari, ia tak mendapati Arini sama sekali. Arini telah pergi tanpa pamit.

Mungkin disini jika sudah menonton Love For Sale yang pertama pasti greget dengan tokoh Arini, kok lagi hangat-hangat hubungan kok minggat. Penonton akan mengira Richard akan terpuruk atas kepergiaan Arini tapi semua itu salah besar. Disini kecerdasaan penulis skenario Love For Sale mengaduk-ngaduk perasaan penontonnya.

Richard bukannya akan melampiaskan ke hal-hal buruk atau macam minum-minum keras. Tapi ia sadar bahwa dirinya itu terkurung dalam pikiran dan ruangan yang didiami saja. Richard tak pernah kemana-mana selain Jakarta, jika keluar jauh pasti tersesat.  Ia sering uring-uring sama pegawai dan marah tak jelas hingga pernah memecat salah satu karyawan gara-gara mau diajak ke kawinan temannya. Richard merasa hidupnya hambar dan begitu-begitu saja.

Saat Arini datang, Richard merasa lebih bahagia dan tak pernah uring-uringan kepada pegawainya, lebih rileks menghadapi hidup. Setelah kepergian Arini, Richard seperti intropeksi diri bahwa ia harus berubah. Maka ia membeli membeli BMW R Nine T Racer seharga 25 juta dan memberikan mobil Mercy lawas ke pak samsul berserta kantor percetakannya untuk dikelola.

Richard ingin menemukan banyak hal diluar sana dan tidak dikungkung tempurung kehidupan lamanya, cinta itu merubahnya saat ia baru menemukannya. Ia tak cengeng tapi tegar menghadapi resikonya jatuh cinta.

Pada episode 2 Love For Sale mungkin beranggapan akan hubungan Arini dan Richard kembali dipertemukan tapi siap-siap kecewa. Penulis skenario Sale For Sale yang pertama sepertinya tak ingin merusak cerita yang telah dibangunnya dan begitu misterius. Ini terlihat pada scene awal pembuka Sale For Sale 2, terlihat Richard duduk di peron stasiun kereta api dengan travel bagnya. Senyumnya memandangi smartphone itu dan beranjak meninggalkan tempat duduknya. Bersamaan itu Arini terlihat menaiki kereta didepanya dan duduk dekat jendela memandangi keluar, sekilas Richard kembali ke tempat duduk. Mereka tak ditakdirkan untuk bertemu saat itu dan cerita pun berganti.

Pada Sale For Sale 2 ini Arini kembali menjadi agen Kebahagian dari Love Inc. Kliennya sekarang sebuah keluarga Padang yang telah lama hidup di kampung Jakarta dengan berbagai permasalahnya. Ican pemuda umur 30 tahun yang bekerja di agency PH ini tak kunjung menikah biarpun kedua saudaranya sudah menikah. Ros sang ibunda terus mendesak Ican untuk segera menikah tapi Ican tak kunjung realisasi. Bukannya Ican tak menyukai perempuan tapi ia woman player, ia mendekati perepuan hanya untuk tiduri alias one night love tanpa komitmen. Itu yang membuat Ican susah membuat komitmen serius, ia mengincar perempuan hanya untuk ditiduri setelah itu selesai.

Ican sudah tak tahan akan omongan Ibunya yang terus mendesak untuk menikah karena itu ia memesan wanita sewaan di Love Inc untuk meredam itu semua. Kembali ke durasi 45 hari dan muncullah Arini dengan embel-embel Chaniago dibelakangnya. Kehadiran Arini ini membuat keluarga ibu Ros kembali cerah, Arini begitu piawai memainkan perannya. Ia bisa megambil hati Ibu Ican dan menyatukan keluarga itu yang sempat hampir pecah. Ibu Ros tak lagi marah-marah dan uring-uringan, ia tampak bahagia dan mulai akrab dengan anak-anak tanpa menuntut apapun.

Penonton pasti bisa menebak jika misi telah selesai, Arini akan minggat kembali. Ini terjadi juga di Sale For Love 2. Arini menjelang subuh meninggal rumah ibu Ros. Namun ada hal unik, saat sebelum meninggalkan rumah ibu Ros. Ia membuka smartphonenya dan membuka foto masa kecilnya bersama bapaknya. Apakah ini petunjuk dari rangkaian Loe For Sale ini.

Lebih mengejutkan lagi scene terakhir, Arini terlihat kembali pada malam hari di percetakan Richard setelah 3  tahun berlalu. Biarpun hanya terlihat pegawai Richard saja karena ia belum kembali sampai saat ini. Apakah Arini juga tak bisa melupakan Richard, anda bisa menilainya sendiri nanti.

Film Love For Sale dan Love For Sale 2 layak untuk ditonton, kualitas itu membuat Gading Martin (Richard) menyabet Pemeran Utama Pria Piala Citra. Plot twist membuat penonton greget apakah ending ini bahagia atau tidak, jawabannya menggantung tapi disini ada sisi humanis bahwa manusia perlu bahagia dengan caranya sendiri.

Arini disini bukan tokoh jahat yang ingin mempermainkan perasaan seseorang tapi dia ingin memberikan kebahagian kepada yang membutuhkan. Arini berusaha bermanfaat bagi sekitarnya biarpun caranya unik yaitu menjual jasa kebahagian. (ggc)
loading...

Komentar