Bioskop Rakyat Bandung, Destinasi Anyar Yang Pengin Nonton Film Indie Indonesia

Gembelgaul.com - Bioskop Rakyat terletak di The Hallway Space, Bandung, menjadi destinasi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman menonton yang berbeda dan menyegarkan. Selama bulan Mei 2024 ini, Bioskop Rakyat menghadirkan rangkaian program menarik sepertiSpotlight to Campus, yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai kampus di Bandung,seperti Cinematography Club (CC) Fikom Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Seni BudayaIndonesia (ISBI) Bandung, dan Universitas Widyatama. Kolaborasi terbaru dengan Film danTelevisi Universitas Pendidikan Indonesia (FTV UPI) Bandung menampilkan film-film menarikseperti Sangkuriang, A Folk Tale from the Forest, Cingcowong: From Sacred to Profane, Roro Ajo,dan How To Be Forgiven by God, serta sebuah sesi diskusi yang menghadirkan para pembuatfilm dari FTV UPI Bandung pada tanggal 17 Mei mendatang. baca juga : mau lihat bola timnas di GBK, ini spot parkirnya Di bulan ini Bioskop Rakyat siap menyambut penonton dengan program-progr

Bos Selep Padi Meninggal Khusnul Khotimah Saat Keluar Dari Lift Lantai 9


Gembelgaul.com – Memasuki hall Mina Debarkasi Surabaya, Rabu (28/8/2019) pukul 10.15 WIB, ingatan Susila (50 tahun) memutar kembali rekaman kenangan saat ia dan suaminya memasuki hall yang sama saat awal pemberangkatan ibadah haji 40 hari lalu. Saat itu, wanita yang tergabung dalam kloter SUB 33 ini turun dari bus digandeng suami tercinta, Rikan Adjir Kadiran menuju hall untuk mengikuti beberapa proses pemeriksaan. Kini sang suami tercinta telah tiada. Dengan langkah gontai, Susila memasuki hall didampingi teman satu rombongannya.

Ibu tiga anak ini tak pernah menyangka suaminya akan meninggal dunia tepat di hari ulang tahunnya. 14 Agustus 2019 merupakan hari ulang tahun Rikan Adjir Kadiran yang ke-52 tahun. Namun Alloh berkehendak lain dan lebih menyayanginya. Tanggal kelahirannya menjadi tanggal kematian bagi kakek 2 cucu dari Dusun Bareng RT 2 RW 1 Dukuh Gondang Tulung Agung ini.

Sambil menyeka air mata yang terus mengalir, Susila mengenang kebersamaan dirinya bersama suami tercinta selama di Arab Saudi. Selama disana, tutur Susila belahan hatinya ini selalu memanjakan dirinya. Ia pun selalu bergandengan tangan selama menjalani proses ibadah haji di tanah suci.

“Saya selalu dimanja selama disana, digandeng terus, bapak sangat sayang sekali sama saya,” ucap Susila lirih terisak.

Tak ada firasat maupun pesan apapun yang dirasakan Susila terhadap suaminya, bahkan suaminya kondisinya sangat sehat. Usai melakukan thowaf ifadhoh, terang Susila ia bersama suaminya berjalan kaki menuju maktab. Ketika keluar dari lift lantai 9, tiba-tiba suaminya terjatuh dan pingsan. Tim kesehatan lantas membawanya ke kamar dan memeriksa kondisi kesehatan bos selep padi ini. Tak lama setelah itu, ia dinyatakan telah meninggal dunia.

“Padahal didalam lift, kita dengan teman rombongan yang lain saling guyon dan bercanda. Keluar lift, langsung jatuh, setelah itu beliau meninggal,” ucapnya.
Susila menambahkan, selama di tanah suci suaminya sering memberikan bantuan kepada orang lanjut usia.

“Bapak suka menolong orang disana, yang tua tua ditolong. Ternyata Bapak sendiri yang diambil,” isaknya.

Susila pun mengikhlaskan kepergian suaminya. Ia yakin suaminya meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan dimakamkan di tanah harom, di pemakaman Sharayee.

Sepulang dari ibadah haji, Susila akan meneruskan usaha selep padi suaminya dan membesarkan anak anaknya, yang diantaranya ada yang masih kelas VII SMP. (bws/ggc)

Komentar