Siska Kubur, Sebuah Anomali Agama Dipertanyakan

  Gembelgaul.com - “Siksa Kubur” menghadirkan cerita yang menyentuh hati dan mengingatkan kita tentang pentingnya komunikasi, pengertian, dan kehangatan keluarga. Setelah kedua orangtuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa Siksa Kubur tidak ada dan agama tidak nyata. baca juga : melihat gleen fredly hidup kembali Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya. Film “Siksa Kubur” akan menghadirkan akting yang sempurna dari pemeran utama Faradina Mufti sebagai Sita dan Reza Rahadian sebagai Adil. Ditambah jajaran ansambel yang mayoritas merupakan pemenang dan peraih nominasi Piala Citra FFI, serta para pendatang baru yang menjanjikan. Mereka di antaranya adalah Christine Hakim, Fachri Albar, Happy Salma, Slamet Rahardjo, Arswendy Bening Swara, Nini

Arumi Bachsin Bagikan Rahasia Resep Makanan Mertua


Gembelgaul.com - Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak menekankan akan pentingnya sebuah komunikasi yang intens antara seorang anak mantu dengan sang mertua. Karena, menurut Arumi, salah satu bentuk komunikasi yang bisa dijadikan rujukan adalah saat bonding moment atau momen ikatan yang dapat menumbuhkan keharmonisan antara anak mantu dengan sang mertua.

"Penting sekali terjalinnya komunikasi antara mertua dan menantu, salah satunya melalui resep masakan atau bahkan memasak bersama bisa menjadi bonding moment yang luar biasa," jelas Arumi Emil Elestianto Dardak saat membuja 'Lomba Masak Resep Mertua' yang diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jatim di Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Sabtu (21/9/2019).

Arumi menyampaikan, bahwa kedekatan dan keharmonisan antara anak mantu dengan mertua bisa terjalin harmonis tatkala itu dilakukan bersama-sama. Dan bonding moment bisa dijadikan agenda rutin.

Bahkan, acara yang diawali dengan talkshow itu, istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi menurutnya, ide tema memasak bersama mertua dan mantu itu sesuatu yang bagus. Karena acara tersebut jarang diselenggarakan dan sangat dekat dengan keseharian masyarakat.

Arumi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. Jatim ini mengingatkan akan pentingnya kesadaran dalam memposisikan diri ke dalam suatu keluarga baru yang berbeda latar belakang. Arumi mencontohkan, bagaimana dirinya saat awal di masa pernikahan. Dirinya mengaku rajin berkomunikasi langsung, dan bahkan bertanya perihal makanan kesukaan sang suami, Emil Dardak.

Senada dengan Arumi, Wakil Dekan I, Universitas Airlangga (Unair), Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari yang juga menjadi narasumber itu menyampaikan tiga kunci utama dalam hubungan mertua dan menantu dalam bentuk 3K. Tiga kunci tersebut yakni tentang Komunikasi, Keakraban dan Kebersamaan.

Berkomunikasi yang baik menurutnya, mampu mengekspresikan perasaan secara terbuka tanpa mengurangi rasa hormat kepada mertua. Yang kedua, dapat terjalin keakraban dengan mertua melalui hobby atau ketertarikan yang sama. Dan yang terakhir, soal kebersamaan. Menurutnya, kata kebersamaan tersebut akan terjadi melalui sebuah keakraban dalam suatu kegiatan yang dilakukan bersama.
Dengan ketiga kunci tersebut, Nur Ainy meyakini akan dapat membangun hubungan yang harmonis antara mertua dan menantu.

Sementara itu, 'Lomba Masak Resep Mertua' yang diselenggarakan dari pihak swasta itu pun diikuti Arumi ditemani sang bunda, Maria dan putrinya Keisha. Ketiganya mendemonstrasikan resep favorit keluarganya yaitu 'Udang Saos Mentega'. Para peserta pun sangat antusias menyaksikan aksi memasaknya.

Setelah selesai memasak, Arumi beserta rombongan mengunjungi satu persatu peserta lomba memasak dari berbagai kalangan yang datang dari seluruh Jawa Timur. Beberapa menu khas daerah pun menarik perhatiannya. Salah satunya adalah Ikan Asap Bromo. Dirinya berharap, kegiatan semacam ini bisa terus di explore di tahun-tahun mendatang.(bws/ggc)

Komentar