Vivo Gaet Yuki Kato, Y35 Series Powerfull RAM 8GB ROM 256GB Cuma 3 Jutaan

  Vivo Y36 Series hanya 3 jutaan dapat RAm 8 gg dan ROM 256 gb, super duper murah. Gembelgaul.com - Vivo Indonesia secara resmi meluncurkan vivo Y36 Series lewat dua varian terbarunya, yaitu vivo Y36 dan vivo Y36 5G di The Lamham Hotel SCDB Jakarta (25/5/23). Melalui tagline “Gaya Sultan, Performa Jagoan”, sebagai smartphone pertama dikelasnya dengan Dynamic Glass Design ala flagship. Smartphone ini juga dilengkapi dengan layar Ultra O Screen untuk melengkapi desain berkelas yang diusung oleh vivo Y36 Series ini. Performa jagoan dari smartphone ini didukung oleh ruang memori berkapasitas salah satu terbesar di kelasnya, dengan 256GB ROM, 8GB + 8GB Extended RAM, dukungan pengisian baterai 44W FlashCharge. Hingga konfigurasi kamera 50MP Main Camera yang akan melengkapi kebutuhan setiap penggunannya. Deretan teknologi unggulan ini menjadikan vivo Y36 Series sebagai jawaban atas kebutuhan smartphone yang terbaik dalam satu genggaman. Mulai hari ini 25 Mei 2023 sampai 31 Mei

Sebanyak 29 Mahasiswa UKM Fotografi Unair dan ITS Pameran Ruang Juang Di HOS Surabaya


Gembelgaul.com – Galeri Paviliun HoS(House Of Sampoerna) untuk pertama kalinya menyatukan unit kegiatan mahasiswa dari dua universitas terkemuka di Surabaya sebagai sebuah persembahan istimewa di Hari Pahlawan 2019. Untuk menghidupkan makna kata pahlawan, 29 mahasiswa yang tergabung dalam Airlangga Photography Society (APS) UNAIR dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi (UKAFO) ITS berkolaborasi dalam pameran bertajuk “Ruang Juang” di Galeri Paviliun, House of Sampoerna Surabaya selama 15 November – 7 Desember 2019.

Ruang Juang digunakan sebagai media untuk menuangkan ekspresi para fotografer berdasarkan pengalaman pribadi melalui lensa masing-masing. Ragam cerita, jasa, maupun makna menjadikan pahlawan memiliki arti dan eksistensi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Pahlawan tidak melulu seseorang yang selalu mempertaruhkan nyawa, maupun seseorang dengan kemegahan atau cerita heroik. Kita dapat menemukan pahlawan dengan sederhana dalam kehidupan.


Karya Reswati dari APS Unair berjudul Penatu Asa, bercerita tentang seorang ibu yang berprofesi sebagai buruh cuci sebuah profesi sederhana yang seringkali dipandang sebelah mata, namun keberadaannya sangat penting serta dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat. Arsyad Susanto dari UKAFO ITS mengangkat karya foto dengan judul Dia dan Mereka. Potret seorang seorang petugas di kebun binatang yang sedang memberi makan kepada seekor jerapah. Baginya makna kata pahlawan itu sangat beragam dan bisa datang dari kalangan mana saja.

“Pameran ini merupakan hasil buah pikir tentang bagaimana aku, kamu, kita semua dalam memaknai pahlawan bagi diri masing-masing, serta bagaimana mengenang dan mengapresiasinya. Di ruang ini, lahirlah pahlawan-pahlawan baru dari tafsiran dan perspektif satu per satu peserta pameran yang telah dituangkan melalui media fotografi dalam satu ruang, yaitu Ruang Juang,” tutur Diaz selaku ketua pameran.

Ini juga diamini oleh Yusran Muhammad Madudi ketua UKAFO ITS bahwa pameran ruang juang ini sebuah media untuk mendefinisi arti pahlawan masa kini yang bukan sekedar memanggung senjata saat melawan kolonial tapi pahlawan-pahlawan kecil dalam kehidupan. Human interest banyak ditangkap dan dijadikan obyek pameran ini. (bws/ggc)

Komentar

  1. Maaf kak itu salah info, itu foto saya dan ceritanya bukan itu.

    BalasHapus

Posting Komentar