Sentono Gentong, Wisata Pacitan Yang Lagi Hits Diatas Bukit

Sentono Gentong, wisata Pacitan cocok buat suka ketinggian melihat pantai. Gembelgaul.com - Sentono Gentong di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan dari ketinggian membuat takjub Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (10/1). Khofifah yang didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Forkopimda Pacitan   mengungkapkan tidak heran jika Sentono Gentong menjadi salah satu destinasi "ngehits" di Pacitan. Menurut Khofifah, Sentono Gentong seperti orkestra semesta alam karena memiliki keindahan alam lengkap yang berpadu dengan sejarah dan spritual. Di sini, kata dia, masyarakat bisa menikmati pemandangan laut dan pantai, perkotaan, perbukitan, pegunungan hingga goa-goa. Tak cuma menyajikan wisata alam, Sentono Gentong juga merupakan spot paralayang. baca juga : 10 desa wisata Jatim yang cocok buat healing "Jatim ini banyak sekali tempat yang menyuguhkan keindahan bagi penikmat wisata alam, religi, kuliner, hingga tantangan bagi para

Sebanyak 29 Mahasiswa UKM Fotografi Unair dan ITS Pameran Ruang Juang Di HOS Surabaya


Gembelgaul.com – Galeri Paviliun HoS(House Of Sampoerna) untuk pertama kalinya menyatukan unit kegiatan mahasiswa dari dua universitas terkemuka di Surabaya sebagai sebuah persembahan istimewa di Hari Pahlawan 2019. Untuk menghidupkan makna kata pahlawan, 29 mahasiswa yang tergabung dalam Airlangga Photography Society (APS) UNAIR dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi (UKAFO) ITS berkolaborasi dalam pameran bertajuk “Ruang Juang” di Galeri Paviliun, House of Sampoerna Surabaya selama 15 November – 7 Desember 2019.

Ruang Juang digunakan sebagai media untuk menuangkan ekspresi para fotografer berdasarkan pengalaman pribadi melalui lensa masing-masing. Ragam cerita, jasa, maupun makna menjadikan pahlawan memiliki arti dan eksistensi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Pahlawan tidak melulu seseorang yang selalu mempertaruhkan nyawa, maupun seseorang dengan kemegahan atau cerita heroik. Kita dapat menemukan pahlawan dengan sederhana dalam kehidupan.


Karya Reswati dari APS Unair berjudul Penatu Asa, bercerita tentang seorang ibu yang berprofesi sebagai buruh cuci sebuah profesi sederhana yang seringkali dipandang sebelah mata, namun keberadaannya sangat penting serta dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat. Arsyad Susanto dari UKAFO ITS mengangkat karya foto dengan judul Dia dan Mereka. Potret seorang seorang petugas di kebun binatang yang sedang memberi makan kepada seekor jerapah. Baginya makna kata pahlawan itu sangat beragam dan bisa datang dari kalangan mana saja.

“Pameran ini merupakan hasil buah pikir tentang bagaimana aku, kamu, kita semua dalam memaknai pahlawan bagi diri masing-masing, serta bagaimana mengenang dan mengapresiasinya. Di ruang ini, lahirlah pahlawan-pahlawan baru dari tafsiran dan perspektif satu per satu peserta pameran yang telah dituangkan melalui media fotografi dalam satu ruang, yaitu Ruang Juang,” tutur Diaz selaku ketua pameran.

Ini juga diamini oleh Yusran Muhammad Madudi ketua UKAFO ITS bahwa pameran ruang juang ini sebuah media untuk mendefinisi arti pahlawan masa kini yang bukan sekedar memanggung senjata saat melawan kolonial tapi pahlawan-pahlawan kecil dalam kehidupan. Human interest banyak ditangkap dan dijadikan obyek pameran ini. (bws/ggc)

Komentar

  1. Maaf kak itu salah info, itu foto saya dan ceritanya bukan itu.

    BalasHapus

Posting Komentar