Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Green House Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Sarana Belajar Pertanian Milenial

Green House Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Sarana Belajar Pertanian Milenial

Gembelgaul.com -  Usai melakukan sholat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkesempatan mengajak Aila cucunya, untuk belajar menanam bibit Golden Melon varietas Alisha F1 di Green House yang berada di halaman MAS, Kamis (29/6).

Sebagai informasi, Green house yang berdiri di atas lahan seluas 11 x 26 meter itu saat ini terdapat dua varietas Golden Melon. Untuk yang siap panen, ada varietas Ranggipo RZ.

Sedangkan, varietas lainnya ialah Alisha F1 yang bisa dipanen dalam kurun waktu 60-70 hari setelah tanam (hst).

Pada kesempatan itu, cucu Gubernur Khofifah Aila tampak sangat bersemangat menanam bibit Golden Melon tersebut. Bahkan Ia menanam hingga tiga kali.

"Memang Aila ini sangat suka berkebun. Biasa hari sabtu dan minggu sering diajak ibunya   untuk eduwisata seperti ini," kata Gubernur Khofifah.

Masih bersama sang cucu tercinta, Gubernur Khofifah kemudian juga memanen melon varietas Ranggipo RZ.

Bukan hanya memanen tapi ia juga mencicipi langsung hasil panenannya. Ia pun mengaku, rasanya juga manis dan renyah.

baca juga : 5 cara keren menjadi beauty influncer

"Ayo Aila, ini ada yang besar dan sudah siap dipanen," ajaknya sambil memotong salah satu melon yang siap panen.

"Rasa Melon ini juga terasa manis dan krenyes-krenyes ," imbuhnya.

Menurut Khofifah, budidaya golden melon yang dilakukan di MAS bisa menjadi contoh bagaimana mengembangkan sektor agrikultur modern di lahan terbatas.

Sehingga para pelajar, mahasiswa maupun pengunjung MAS dapat menjadikan Green House ini sebagai sarana belajar pertanian milenial.

“Jadi ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, bagaimana kita bisa menanam berbagai tanaman holtikultura berbasis milenial.

Termasuk mencoba menanam di pekarangan rumah kita, tidak harus melon bisa  terong, cabai atau tomat, bahkan jeruk seperti yang dilakukan di Masjid Al Akbar Surabaya ini” terangnya.

“Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk ditanami produk hortikultura, tentunya ini bisa menjadi sumber income bagi kesejahteraan masjid. Begitu pula jika di tanam di pekarangan keluarga,” lanjutnya.

Untuk itu, di momen libur sekolah ini, Gubernur Khofifah juga mengajak masyarakat yang tengah beribadah untuk menyempatkan berkunjung di Green House MAS. Karena, bisa menjadi sarana rekreasi sekaligus belajar pertanian milenial.

baca juga : ini dia destinasi eksotik di seluruh Indonesia

“Eduwisata ini terbuka untuk umum. Namun diutamakan bagi anak-anak. Agar mereka lebih menghargai hasil pertanian. Jadi di momen libur sekolah ini mari isi waktu dengan berwisata di Green House MAS," tutupnya.ggc

 

 

Komentar