Film Pasar Setan Berbalut Urban Horror Munculnya Nyai Salimah Minta Tumbal

  Gembelgaul.com - Pasar Setan adalah film horor ketiga dari IDN Pictures setelah kesuksesan "Inang" dan "Qorin", "Pasar Setan" juga menandai debut penyutradaraan Wisnu Surya Pratama dalam film panjang. Siap meneror di bioskop pada tanggal sakral tahun kabisat, 29 Februari 2024, di bioskop. Tamara dan tim vlogger-nya memutuskan untuk menjelajahi Pasar Setan, hutan terlarang yang telah menjadi legenda urban dan kisah horor lokal. Namun, ketika mereka mendalami lebih dalam ke dalam Pasar Setan, mereka menghadapi berbagai kengerian, di antaranya adalah sulitnya keluar dari tempat itu, serta ancaman dari Nyi Salimah. baca juga : Jefri Nichol sebagai new Ali Topan Pertanyaannya, siapakah yang akan selamat keluar dari Pasar Setan, dan siapakah yang akan terperangkap di sana selamanya? "Pasar Setan" menampilkan Audi Marissa dalam peran comebacknya setelah enam tahun absen dari layar lebar, juga merupakan debutnya dalam genre horor. Selain A

Green House Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Sarana Belajar Pertanian Milenial

Green House Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Sarana Belajar Pertanian Milenial

Gembelgaul.com -  Usai melakukan sholat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkesempatan mengajak Aila cucunya, untuk belajar menanam bibit Golden Melon varietas Alisha F1 di Green House yang berada di halaman MAS, Kamis (29/6).

Sebagai informasi, Green house yang berdiri di atas lahan seluas 11 x 26 meter itu saat ini terdapat dua varietas Golden Melon. Untuk yang siap panen, ada varietas Ranggipo RZ.

Sedangkan, varietas lainnya ialah Alisha F1 yang bisa dipanen dalam kurun waktu 60-70 hari setelah tanam (hst).

Pada kesempatan itu, cucu Gubernur Khofifah Aila tampak sangat bersemangat menanam bibit Golden Melon tersebut. Bahkan Ia menanam hingga tiga kali.

"Memang Aila ini sangat suka berkebun. Biasa hari sabtu dan minggu sering diajak ibunya   untuk eduwisata seperti ini," kata Gubernur Khofifah.

Masih bersama sang cucu tercinta, Gubernur Khofifah kemudian juga memanen melon varietas Ranggipo RZ.

Bukan hanya memanen tapi ia juga mencicipi langsung hasil panenannya. Ia pun mengaku, rasanya juga manis dan renyah.

baca juga : 5 cara keren menjadi beauty influncer

"Ayo Aila, ini ada yang besar dan sudah siap dipanen," ajaknya sambil memotong salah satu melon yang siap panen.

"Rasa Melon ini juga terasa manis dan krenyes-krenyes ," imbuhnya.

Menurut Khofifah, budidaya golden melon yang dilakukan di MAS bisa menjadi contoh bagaimana mengembangkan sektor agrikultur modern di lahan terbatas.

Sehingga para pelajar, mahasiswa maupun pengunjung MAS dapat menjadikan Green House ini sebagai sarana belajar pertanian milenial.

“Jadi ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, bagaimana kita bisa menanam berbagai tanaman holtikultura berbasis milenial.

Termasuk mencoba menanam di pekarangan rumah kita, tidak harus melon bisa  terong, cabai atau tomat, bahkan jeruk seperti yang dilakukan di Masjid Al Akbar Surabaya ini” terangnya.

“Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk ditanami produk hortikultura, tentunya ini bisa menjadi sumber income bagi kesejahteraan masjid. Begitu pula jika di tanam di pekarangan keluarga,” lanjutnya.

Untuk itu, di momen libur sekolah ini, Gubernur Khofifah juga mengajak masyarakat yang tengah beribadah untuk menyempatkan berkunjung di Green House MAS. Karena, bisa menjadi sarana rekreasi sekaligus belajar pertanian milenial.

baca juga : ini dia destinasi eksotik di seluruh Indonesia

“Eduwisata ini terbuka untuk umum. Namun diutamakan bagi anak-anak. Agar mereka lebih menghargai hasil pertanian. Jadi di momen libur sekolah ini mari isi waktu dengan berwisata di Green House MAS," tutupnya.ggc

 

 

Komentar