Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Bangku Kosong Ujian Terakhir : Bukan Sequel atau Remake Tapi Reboot

 

Bangku Kosong Ujian Terakhir : Bukan Sequel atau Remake Tapi Reboot

Gembelgaul.com - Produser BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir, Chand Parwez Servia, mengungkapkan Starvision selalu mengelola IP yang diciptakan sehingga cerita-cerita baru pun bisa digali kembali saat menghadiri nonton bareng media di Epicentrum (2/10/23).

“Karya Starvision dikenal karena nilai abadinya, dan bukan sekedar daya tarik komersialnya. Sehingga kami juga mampu meraih penghargaan secara lokal maupun internasional.BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir akan menjadi sajian horor Indonesia yang berasal dari IP populer kami, Hantu Bangku Kosong yang mendapat apresiasi luar biasa saat penayangannya.

Dengan generasi baru penonton saat ini,Starvision ingin menghadirkan kembali IP populer tersebut dalam cerita baru yang memiliki kedekatan dengan generasi penonton muda karena semakin sering kasus bangku kosong terjadi di berbagai sekolah, dan ditampilkan dengan peningkatan production value yang akan memberikan pengalaman nonton menjadi lebih menarik,” kata produser Chand Parwez Servia.

baca juga : susuk tidak sekedar jump scare tapi alur cerita menarik didalamnya

Filmini  disutradarai Lakonde, dengan skenario ditulis oleh Alim Sudio, produser kreatif dan ide cerita oleh Monty Tiwa dan produser Chand Parwez Servia.

Starvision kembali menghidupkan intellectual property (IP) populer mereka, Hantu Bangku Kosong yang tayang di bioskop pada 2006 dan menjadi salah satu film horor ikonik Indonesia, kini hadir dalam film reboot BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir.

Pada film terbaru, kisah mengikuti ujian terakhir siswa kelas 3 SMA Bintang Bangsa, yang berakhir mengerikan.

Diawali dari peristiwa brutal kesurupan siswi yang mencelakai siswa lainnya. Tak lama siswa-siswi kesurupan bertambah banyak, dan korban berjatuhan.

Dalam sekejap, aula menjadi ladang pembantaian. Sebagian mencoba lari ke luar, tapi sekolah tertutup kekuatan jahat.

Puluhan siswa-siswi tewas mengerikan. Kekuatan iblis menyandera dan mengancam nyawa mereka. Kepala Sekolah, Ibu Amanda (Karina Suwandi) segera minta bantuan Abah Ayub (Teddy Syach) dan asistennya, Nakila (Lania Fira), untuk menyelamatkan sekolahnya.

Ternyata, yang mereka hadapi iblis berkekuatan luar biasa yang berniat menghabisi siapapun di sekolah ini.

Produser kreatif dan penulis ide cerita Monty Tiwa menambahkan, “BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir akan menghadirkan teror yang lebih mencekam bagi penonton. Melalui kerja sama dengan aktor baru, cerita baru, sutradara baru dan penulis skenario baru akan menghadirkan sajian horor di BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir sebagai film horor yang tidak boleh dilewatkan di bioskop.”

“Dengan cerita baru yang ada di BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir akan memberikan teror yang lebih mencekam.

baca juga : travel dengan mobil dengan aman, ini tipsnya

Film ini juga bisa mengenalkan kembali IP populer yang dimiliki Starvision ke generasi muda saat ini dan membuktikan kita tidak pernah kehabisan cerita horor yang menjadi bagian dari masyarakat Indonesia,” demikian Lakonde menegaskan.ggc

Komentar