Harta Tahta Raisa, Perjalanan Syaduh Diva Indonesia Meraih Mimpinya

  Gembelgaul.com - Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung. Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023.   “Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika. baca juga : mau lihat timnas di GBK, ini peta parkirnya Melalui dokumenter ini, Raisa juga

Petualangan Anak Penangkap Hantu, Dari Novel to Bioskop

Petualangan Anak Penangkap Hantu, Dari Novel to Bioskop
 

Gembelgaul.com - Berawal dari Novel yang ditulis Asma Nadia dan terus meranjak ke layar bioskop maka teriptalah film“Petualangan Anak Penangkap Hantu”(PAPH).

Baru saja merilis poster dan trailer resmi. Film “PAPH” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Januari 2024, dan cocok menjadi tontonan bagi semua, keluarga dan anak-anak.

Film “PAPH” dibintangi oleh Muhammad Adhiyat (sebagai Zidan), Muzakki Ramdhan (sebagai Rafi), Giselle Tambunan (sebagai Chacha), Andy Boim (sebagai Bang Dul), Adinda Thomas (sebagai Gita), Sujiwo Tejo (sebagai Wak Bomoh), Nugie (sebagai ayah Gita), Agus Wibowo (sebagai Pak Tajir), Arry Febrian (sebagai Pak Kades), dan Verdi Solaiman (sebagai Pak Cho).

baca juga : promo napol dari gojek bantu ibu-ibu dan anak kos survival

Film “PAPH” berkisah tentang Rafi, Chacha, dan Zidan yang tergabung dalam kelompok Anak Penangkap Hantu (APH). Ketiganya dimintai bantuan oleh Gita yang tinggal di desa terpencil yang telah lama dilanda kekeringan dan teror oleh penunggu hutan yang sering menculik penduduk desa.

Saat hendak membongkar kejadian aneh yang mereka duga hanyalah perbuatan manusia biasa, mereka mulai mendapat gangguan-ganguan supranatural yang tak dapat mereka jelaskan.

Dalam poster film “PAPH” diperlihatkan petualangan ketiga anggota Anak Penangkap Hantu yang tidak mengenal takut melawan gulita malam.

Layaknya petualang, mereka membawa senter, peralatan seperti ransel hingga tenda.

Sementara itu, dalam trailer film “PAPH” diperlihatkan petualangan seru nan menegangkan ketiga anggota Anak Penangkap Hantu mulai dari memanjat tebing, naik paralayang, hingga harus berkemah di sebuah hutan.

Diperlihatkan juga bagaimana mereka menghadapi para orang dewasa penduduk desa yang merasa terganggu dengan kehadiran Anak Penangkap Hantu.

PRESIDENT DIRECTOR MNC Pictures Titan Hermawan menjelaskan, film “PAPH” ingin memberikan suguhan film anak-anak dengan genre petualangan yang mengajarkan anak berpikir analitis, cerdas, dan tidak mudah putus asa dalam memecahkan masalah atau misteri.

“Film ini merupakan film anak dengan tema petualangan seru dan tantangan dalam memecahkan misteri dari sudut pandang anak-anak. Film Petualangan Anak Penangkap Hantu menghadirkan cerita yang sarat nilai edukasi, bagaimana mereka bisa ‘Taklukkan Takut’ terutama saat menghadapi kesulitan dan mencari solusi di setiap tantangan yang ditemui, hal ini tentu saja akan memberikan inspirasi bagi anak-anak yang menonton untuk tidak pernah takut terhadap apapun,” kata PRESIDENT DIRECTOR MNC Pictures Titan Hermawan.

Head Of Movie Production MNC Pictures Emilka Chaidir menambahkan, novel yang ditulis Asma Nadia sangat cocok untuk diangkat ke dalam film.

baca juga : mencari Indonesia dalam 5 kota

Menurutnya, cerita di novel tersebut mampu membangkitkan jiwa berpetualang anak-anak. Film “PAPH” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Januari 2024.ggc

 




Komentar